
Tadulakonews.com – Wazir Muhaimin, salah satu tokoh pemuda di Morowali, angkat bicara terkait rencana kegiatan konsultasi publik mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG).
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 24 April 2026, di kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro, Morowali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wazir menyoroti adanya inkonsistensi dalam penyampaian informasi dari pihak manajemen PT IHIP dan BTIIG kepada desa-desa di lingkar kawasan industri.
Ia menyebut bahwa ketidaksesuaian informasi ini menjadi pemicu kekecewaan masyarakat setempat.
Alim Hendra, selaku External Relations Manager PT BTIIG, dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan informasi tersebut.
Wazir menilai Alim Hendra sebagai oknum yang tidak jujur dan tidak transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, terdapat perbedaan mencolok antara isi surat undangan resmi dengan penjelasan yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp.
Dalam surat undangan, kegiatan yang dijadwalkan pada 24 April disebut secara tegas sebagai konsultasi publik.
Namun, melalui pesan WhatsApp, kegiatan tersebut justru dijelaskan hanya sebagai acara ramah tamah.
Wazir menilai perbedaan ini sebagai bentuk manipulasi informasi yang disengaja.
Ia menduga hal tersebut dilakukan untuk meredam reaksi masyarakat, khususnya desa-desa lingkar industri yang tidak diundang.
Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat sekitar kawasan industri.
Selain itu, tindakan tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan dan partisipasi publik.
Wazir menegaskan bahwa konsultasi publik bukan kegiatan tertutup atau sekadar seremoni.
Menurutnya, konsultasi publik adalah hak masyarakat yang wajib dilibatkan secara menyeluruh.
Ia juga menilai bahwa jika sejak awal sudah ada ketidakterbukaan, maka kegiatan tersebut patut diragukan secara moral.
Dalam pernyataannya, Wazir meminta agar proses konsultasi publik AMDAL dihentikan sementara.
Ia juga mendesak agar kegiatan tersebut diadakan kembali secara terbuka di wilayah lingkar industri atau setidaknya di Morowali.
Wazir menekankan pentingnya pelibatan seluruh masyarakat tanpa pengecualian dalam proses tersebut.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi upaya manipulasi informasi terhadap masyarakat.
Menurutnya, beberapa pertemuan sebelumnya yang seharusnya melibatkan masyarakat justru diadakan di luar Morowali.
Hal ini dinilai semakin memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses yang berjalan.
Di akhir pernyataannya, Wazir menegaskan bahwa masyarakat harus dilibatkan secara aktif.
Ia juga menyampaikan bahwa jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka kegiatan konsultasi publik sebaiknya dihentikan.

