Kapolres Poso Berikan Materi tentang Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme kepada Kader HMI

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, S.I.K., memberikan pemaparan materi dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Poso pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Bambu Jaya, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 21 orang, berasal dari berbagai cabang HMI seperti Palu, Pare-Pare, Makassar Timur, Palopo, Gorontalo, dan Poso.

Dalam pemaparannya, Kapolres mengangkat tema tentang cara memahami sikap intoleran, radikal, dan terorisme serta strategi adaptif Polri dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa terorisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap.

Menurutnya, sikap intoleran menjadi awal munculnya paham radikal yang kemudian dapat berkembang menjadi tindakan terorisme.

Kapolres menegaskan bahwa sikap intoleran sering dipicu oleh ketidakmampuan seseorang dalam menerima perbedaan.

Perbedaan tersebut bisa berasal dari aspek agama, suku, ras, maupun cara berpikir.

Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan serta bersikap terbuka terhadap keberagaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola pikir kritis tanpa terjebak pada tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Menurutnya, demonstrasi merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang, namun tindakan anarkis justru merusak nilai perjuangan dan menghilangkan simpati masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut memaparkan strategi adaptif Polri dalam menjaga keamanan wilayah.

Strategi tersebut salah satunya dilakukan melalui pendekatan preventif dengan melibatkan peran Bhabinkamtibmas di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Poso.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Polri terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara objektif dan tidak dipengaruhi oleh opini yang menyesatkan.

Selain itu, ia memperkenalkan layanan pengaduan masyarakat melalui call center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam di seluruh Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan
Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan
Polresta Palu Panen Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Tawaeli Ungkap Kasus Dugaan Sabu di Mamboro, Seorang Pria Diamankan
Kapolres Parigi Moutong Dukung Panen Raya Jagung Serentak untuk Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Wakapolda Sulteng Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Desa Loru Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Wakapolda Sulteng Hadiri Launching 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Sigi
Kapolres Parigi Moutong Salurkan Bansos untuk 180 Warga Desa Sidole Timur
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:58 WIB

Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:45 WIB

Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:25 WIB

Polresta Palu Panen Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polsek Tawaeli Ungkap Kasus Dugaan Sabu di Mamboro, Seorang Pria Diamankan

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:13 WIB

Kapolres Parigi Moutong Dukung Panen Raya Jagung Serentak untuk Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru

Daerah

Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:58 WIB

Daerah

Agama sebagai Jalan Perdamaian dan Kemanusiaan

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:45 WIB