TOUNA – Tadulakonews.com – Polres Tojo Una Una terus mengintensifkan pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan melalui kegiatan salat berjamaah dan mengaji yang dilaksanakan secara rutin setiap malam usai Salat Magrib.
Kegiatan tersebut kembali digelar pada Sabtu (1/8/2026) malam di ruang tahanan Mapolres Tojo Una Una dengan diikuti para tahanan muslim.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Magrib berjamaah yang berlangsung khusyuk dan tertib.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai salat, para tahanan melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Qur’an bersama sebagai bagian dari pembinaan keagamaan selama menjalani masa penahanan.
Kapolres Tojo Una Una AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Martono mengatakan pembinaan terhadap para tahanan tidak hanya berorientasi pada proses penegakan hukum.
Menurutnya, pembinaan juga menyentuh aspek pembentukan karakter serta penguatan mental dan spiritual agar para tahanan memiliki bekal yang lebih baik.
“Fokus kami tidak hanya pada aspek penegakan hukum semata, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual,” ujar Iptu Martono.
Ia menjelaskan, kegiatan salat berjamaah dan mengaji menjadi sarana bagi para tahanan untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, para tahanan diharapkan dapat merefleksikan diri dan menanamkan kembali nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Salat dan mengaji rutin ini adalah upaya nyata kami untuk memberikan para tahanan waktu merefleksikan diri, mengambil jeda, dan menanamkan kembali nilai-nilai kebaikan yang sempat hilang,” katanya.
Selain memberikan pembinaan rohani, kegiatan tersebut juga dinilai berdampak positif terhadap situasi di dalam ruang tahanan.
Suasana menjadi lebih tenang, tertib, dan kondusif, sekaligus membantu mengurangi kejenuhan yang dirasakan para tahanan selama menjalani masa penahanan.
Iptu Martono berharap pembinaan spiritual yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bekal positif bagi para tahanan ketika kembali membaur di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, pendekatan humanis yang selalu ditekankan Kapolres menjadi landasan dalam memberikan pembinaan kepada seluruh tahanan.
“Bapak Kapolres selalu berpesan agar pendekatan kita kepada tahanan harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Kami berharap, melalui bimbingan rohani ini, mereka bisa mengambil pelajaran berharga dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” tutupnya.


