PALU – Tadulakonews.com – Seorang perempuan berinisial AFM (29) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan eks lokalisasi Tondo, Lorong 2, dekat Palang II, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (20/10/2026).
Penemuan jenazah tersebut bermula ketika seorang saksi mendatangi kamar kos korban sekitar pukul 10.30 WITA untuk memanggilnya. Namun, setelah mengetuk pintu beberapa kali, saksi tidak mendapat jawaban dari dalam kamar.
Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Bobby, S.H., M.H., menjelaskan bahwa saksi kemudian berinisiatif mengintip ke dalam kamar melalui jendela. Dari celah jendela tersebut, saksi melihat korban dalam posisi berbaring miring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saksi lalu meminta bantuan seorang pria bernama Rahmat untuk membuka paksa pintu kamar karena korban tidak memberikan respons. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernapas dengan kondisi mulut berbusa.
Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih sempat keluar kamar untuk membuang sampah. Korban juga diketahui kerap mengeluhkan batuk dan rasa sakit pada bagian dada.
Selain itu, saksi menyebutkan bahwa korban sudah dua hari tidak masuk kerja sebelum ditemukan meninggal dunia.
Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Mantikulore. Kapolsek Mantikulore Iptu Andi Rampewali, S.Tr.K., M.H., bersama Wakapolsek Mantikulore Ipda Wahyudi dan personel piket segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Tim Identifikasi Polresta Palu tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.30 WITA untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang berharga, seperti telepon genggam, dompet, dan uang, juga masih berada di tempat kejadian.
Sekitar pukul 12.00 WITA, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga Kamis (22/10/2026), penyebab pasti kematian AFM belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian korban berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian.





