
Tadulakonews.com – Sukabumi – Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 55 Tahun 2026 Resimen Desaka Dhira Pradhipa Kelas 3 Sindikat 58 Batalyon Trisula menggelar penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pondok Pesantren Al-Ma’Hadul Mubarok Huffazh Al-Matin, Sukabumi, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tenaga pendidik (Gadik) AKP Ferby Marcus Sahumena, M.Si, dan diikuti oleh 25 siswa Setukpa Lemdiklat Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Ketua kelompok Sindikat 58, siswa Fahrullah Yudha S.W., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan pergaulan remaja saat ini semakin luas dan dinamis.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memunculkan berbagai fenomena negatif, salah satunya geng motor yang kerap berujung pada tindakan melanggar hukum.
Ia menegaskan bahwa fenomena geng motor cukup meresahkan karena sering kali berujung pada kekerasan, pelanggaran hukum, hingga membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Materi khusus terkait bahaya geng motor juga dipaparkan oleh siswa Achmad Fawzi Abdillah.
Ia menjelaskan secara rinci mengenai bentuk-bentuk kenakalan remaja yang mengarah pada aktivitas geng motor.
Selain itu, ia juga menguraikan dampak hukum dan sosial yang dapat ditimbulkan dari keterlibatan dalam kelompok tersebut.
Melalui penyuluhan ini, pihaknya berharap para santri dapat memahami pengertian geng motor serta dampak buruk yang ditimbulkan.
Edukasi ini dinilai penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.
Achmad Fawzi Abdillah juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat menentukan masa depan seseorang.
Ia mengajak para santri untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti belajar, olahraga, dan pengembangan bakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Ma’Hadul Mubarok Huffazh Al-Matin, KH. Maftuhin Ahmad, Al-Hafizh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Ia menilai penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan hukum secara langsung kepada para santri.
Menurutnya, kegiatan ini juga dapat membentuk karakter santri agar lebih disiplin serta peduli terhadap keamanan dan ketertiban.
Perwakilan santriwati, Siti Sarah Az-Zahra, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami dan menambah pengetahuan terkait pentingnya menjaga kamtibmas.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara para santri dan siswa Setukpa Lemdiklat Polri.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

