PALU – Tadulakonews.com – Seorang mahasiswi salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) swasta di Kota Palu, Dela Lakoni (19), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Tanjung Angin, Kota Palu, Jumat (7/8/2026) pagi.
Saat ditemukan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian Dela belum dapat dipastikan karena pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dan tidak meminta dilakukan autopsi.
Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Palu Selatan AKP Kasim Bohari, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dela diketahui berasal dari Desa Gontara, Kabupaten Morowali Utara. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih terlihat dalam kondisi sehat pada Kamis (6/8/2026) malam.
Sekitar pukul 22.00 Wita, Perdinan Lakoni (15), adik kandung korban, sempat berbincang dengan Dela di dalam kamar korban.
Setelah berbincang, Perdinan kemudian keluar dari kamar dan beristirahat di ruang tamu kos sekitar pukul 22.30 Wita.
Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 Wita, Perdinan membuka pintu kamar korban. Saat itu, ia hendak bersiap untuk pergi ke sekolah.
Perdinan kemudian mendapati kakaknya dalam posisi terbaring terlentang di tempat tidur. Ia mencoba memanggil korban berulang kali, namun tidak mendapat respons.
Melihat kondisi tersebut, Perdinan panik dan segera keluar dari kamar untuk meminta bantuan kepada Daniel (21), seorang mahasiswa yang tinggal di kos sebelah.
Perdinan bersama Daniel kemudian kembali masuk ke kamar korban untuk memeriksa kondisinya dan berupaya membangunkannya.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Keduanya mendapati Dela sudah tidak bernyawa.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada Ricat (53), paman korban, yang kemudian turut datang ke lokasi dan menjadi salah satu saksi dalam kejadian tersebut.
Jenazah Dela kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Morowali Utara.
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Sementara itu, Ricat selaku pihak keluarga menyatakan menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut. Keluarga juga tidak mempermasalahkan penyebab kematian korban untuk ditindaklanjuti melalui proses autopsi.
Dengan tidak dilakukannya autopsi atas permintaan keluarga, penyebab pasti kematian Dela Lakoni belum dapat diketahui secara medis. Jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Morowali Utara.


