
BUOL – Tadulakonews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kali ini, kobaran api terlihat membakar kawasan perbukitan yang dikenal warga dengan sebutan Gunung Los, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 19.29 WITA.
Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima dari warga, api berwarna merah menyala terlihat membakar vegetasi di atas bukit. Kobaran api tampak berada di belakang permukiman warga, dengan jarak yang diperkirakan hanya puluhan meter dari rumah penduduk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam foto tersebut, terlihat dua unit rumah berpagar besi putih, sebuah pohon hijau di halaman, serta jalan beraspal di depan rumah. Di latar belakang, puncak bukit yang ditumbuhi pepohonan tampak terbakar. Cahaya api terlihat jelas di tengah gelapnya malam, disertai asap yang membumbung ke udara.
Api Dekat Permukiman, Warga Cemas
Kebakaran yang terjadi pada malam hari ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar Gunung Los. Posisi api di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan permukiman dikhawatirkan dapat mengancam rumah penduduk apabila api meluas, terutama jika angin bertiup kencang.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko karhutla, sementara sejumlah faktor, seperti pembakaran lahan yang tidak terkendali dan kelalaian manusia, juga dapat memicu kebakaran. Namun, penyebab kejadian di Gunung Los masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Buol Catat Sejumlah Kejadian Karhutla pada Oktober 2026
Peristiwa di Gunung Los menambah perhatian terhadap potensi karhutla di Kabupaten Buol sepanjang Oktober 2026.
Sebelumnya, pada Selasa, 13 Oktober 2026 sore, kebakaran melanda kebun salak dan semak belukar di Desa Pinamula Baru, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol.
Saat itu, Polres Buol melalui Satuan Samapta mengerahkan satu unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) R6 beserta enam personel yang dipimpin Aiptu Agung S. Rindu. Petugas bekerja sama dengan BPBD Buol, Polsek Momunu, pemadam kebakaran (Damkar), serta warga setempat untuk memadamkan api hingga sekitar pukul 18.30 WITA.
Sementara itu, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, Polsek Momunu menggelar patroli di Jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Lamadong 1 dan Lamadong 2. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla dan segera melapor melalui Call Center Polri 110 apabila menemukan titik api.
Secara provinsi, berdasarkan data BPBD Sulawesi Tengah yang disebutkan dalam informasi terkait, tercatat 231 kejadian karhutla sejak awal tahun hingga akhir September 2026, dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.838,88 hektare di 12 kabupaten/kota. Data tersebut mencakup sejumlah wilayah, termasuk Buol, Banggai, Poso, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong.
Warga Berharap Petugas Segera Turun ke Lokasi
Warga berharap BPBD Kabupaten Buol, Damkar, TNI-Polri, serta pemerintah desa setempat segera melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi kebakaran Gunung Los. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah api meluas dan mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap permukiman.
Mengingat medan perbukitan yang terjal dan kondisi malam yang gelap, warga diimbau tidak melakukan pemadaman secara mandiri apabila situasi membahayakan keselamatan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan perkembangan kebakaran kepada petugas melalui Call Center Polri 110, BPBD Buol, atau kantor kepolisian terdekat.
Selain upaya penanganan, pencegahan karhutla juga perlu terus ditingkatkan. Pembakaran hutan dan lahan dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tolitoli bersama RRI Tolitoli-Buol-Parigi Moutong mengangkat tema “Pencegahan Karhutla: Sanksi Pidana bagi Pembakar Lahan Hutan Ditinjau dari Aspek Hukum” dalam program Jaksa Menyapa pada 12 Oktober 2026.
Posko Informasi: Warga Diminta Bantu Pastikan Lokasi Gunung Los
Hingga sekitar pukul 20.00 WITA, api di kawasan Gunung Los dilaporkan masih terlihat menyala dari kejauhan. Informasi mengenai kondisi terkini, luas area yang terbakar, dan langkah penanganan petugas masih perlu dikonfirmasi.
Butolpost membuka posko informasi bagi masyarakat yang mengetahui lokasi detail Gunung Los, khususnya nama desa dan kecamatan tempat kawasan tersebut berada.
Informasi dari warga diharapkan dapat membantu memperjelas titik kejadian dan meneruskan laporan kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Masyarakat yang memiliki informasi dapat menyampaikannya kepada redaksi Butolpost dengan mencantumkan nama desa, kecamatan, serta keterangan pendukung yang dapat diverifikasi.
Redaksi menghimbau masyarakat tetap waspada, tidak mendekati titik api demi keselamatan, dan segera melapor kepada petugas apabila kebakaran masih berlangsung atau meluas ke arah permukiman.
Redaksi akan terus berupaya menghimpun informasi dan memantau perkembangan kejadian ini.




