Antisipasi Karhutla, Kapolres Poso Pimpin Apel Gelar Pasukan Gabungan

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

POSO – Tadulakonews.com – Mengantisipasi potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Poso, Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K. memimpin Apel Gelar Pasukan Gabungan di Lapangan Mako Polres Poso, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan munculnya titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Poso.

Apel berlangsung khidmat dan diikuti ratusan personel dari berbagai unsur pentahelix. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir Danyon B Sat Brimob Poso Kompol M. Ilyas, perwakilan Kepala BNPB Poso Sopian, Pasi Ops Kodim 1307/Poso Lettu Cke Abraham Maeka, Kepala Dinas Kehutanan Daud, serta para pejabat utama Polres Poso.

Pasukan yang terlibat terdiri dari masing-masing satu pleton personel Kodim 1307 Poso, Yon B Brimob, Satsamapta, Satlantas, Staf Gabungan, Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba, Polsek Poso Kota, Polsek Lage, Polsek Pesisir, Damkar dan Satpol PP, BPBD, Dinas Kehutanan, serta Senkom Mitra Polri.

Dalam amanatnya, AKBP Alowisius Londar menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar musibah alam biasa, melainkan bencana ekologis yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat, bahkan kerusakannya dapat berlangsung hingga puluhan tahun.

Ia menginstruksikan seluruh Satgas Karhutla untuk bekerja secara maksimal dengan mengedepankan langkah-langkah preventif, khususnya melalui edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Selain pencegahan, personel juga diminta tetap sigap dalam melakukan pemantauan dan penanganan apabila ditemukan titik api agar dapat dilakukan pemadaman sedini mungkin sebelum api meluas.

“Prioritaskan upaya deteksi dini dan monitor titik rawan hotspot di lapangan sebagai tindakan pencegahan. Namun, saya tegaskan, utamakan kesehatan dan keselamatan petugas dalam bertugas. Jangan sampai kita kehilangan nyawa demi menyelamatkan hutan,” tegas AKBP Alowisius Londar.

Seluruh rangkaian apel berlangsung aman dan terkendali. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara.

Menyikapi pelaksanaan apel gelar pasukan tersebut, Kapolres Poso kembali memberikan penekanan mengenai strategi penanganan Karhutla yang mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap setiap potensi pelanggaran.

“Apel hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi deklarasi komitmen kami bersama TNI, Pemkab Poso, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga paru-paru dunia di bumi Poso. Kami menyadari bahwa sebagian besar Karhutla dipicu faktor manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja,” ujar AKBP Alowisius Londar, S.I.K.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat desa. Sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya serta dampak Karhutla dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran sebelum api membesar.

Lebih lanjut, AKBP Alowisius menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam melakukan pengawasan terhadap kawasan dan lahan yang rawan terbakar.

“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Kehutanan untuk memantau pergerakan hotspot secara real-time. Setiap laporan warga atau temuan petugas di lapangan akan ditindaklanjuti secepat mungkin,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Senkom Mitra Polri, relawan Damkar, serta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Poso.

“Sinergi inilah yang membuat penanganan Karhutla di Poso lebih efektif dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Kapolres Poso berharap dengan kesiapan dan sinergi seluruh pihak, Kabupaten Poso dapat melewati musim kemarau 2026 tanpa terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan ekosistem, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan dampak sosial dan ekonomi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doa Bersama untuk Bangsa, Kapolres Sigi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebhinnekaan
Kapolres Sigi Hadiri Haul ke-5 Al-Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri
Polres Sigi dan BAZNAS Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS untuk Masyarakat
Polres Poso Serahkan Dua Tersangka Kasus Pencurian dengan Pemberatan ke Kejari, Berkas Perkara Dinyatakan P21
Polres Poso Gelar Mapping dan Pemeriksaan Psikologi Personel, Dukung Kesehatan Mental dan Profesionalisme
URC Sat Reskrim Polres Poso Gencarkan Patroli Malam, Cegah Kejahatan Konvensional
Polres Morowali Utara Gelar Apel Siaga Karhutla, Pastikan Personel dan Peralatan Siap Digunakan
Sat Resnarkoba Polres Poso Serahkan Dua Tersangka Sabu ke Kejari, Berkas Perkara Dinyatakan P21
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Doa Bersama untuk Bangsa, Kapolres Sigi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebhinnekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Kapolres Sigi Hadiri Haul ke-5 Al-Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Polres Sigi dan BAZNAS Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS untuk Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Polres Poso Serahkan Dua Tersangka Kasus Pencurian dengan Pemberatan ke Kejari, Berkas Perkara Dinyatakan P21

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Polres Poso Gelar Mapping dan Pemeriksaan Psikologi Personel, Dukung Kesehatan Mental dan Profesionalisme

Berita Terbaru