

Morowali, 4 Agustus 2026 – Tadulakonews.com – Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Sulawesi Tengah terus mempercepat penyelesaian rehabilitasi Jembatan Bailey di Desa Kampung Baru, Kabupaten Morowali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Percepatan pekerjaan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan serta konektivitas jalan nasional di wilayah Morowali agar tetap dapat melayani mobilitas masyarakat secara aman dan lancar.
Selain menjaga kelancaran arus transportasi, aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung di lapangan. Karena itu, rehabilitasi jembatan masuk dalam daftar pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Pantauan wartawan di lokasi pada akhir Juli 2026 menunjukkan sejumlah pekerja tengah melakukan pergantian lantai Jembatan Bailey yang telah mengalami kerusakan.
Lantai jembatan yang lama terlihat usang, keropos, dan berkarat akibat dimakan usia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung antarwilayah maupun antarprovinsi.
Oleh karena itu, lantai jembatan diganti dengan material baru guna memastikan fungsi jembatan kembali optimal dan aman digunakan masyarakat.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, pengguna jalan diminta mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IV selaku instansi teknis yang bertanggung jawab di lapangan.
Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan.
Para pengguna jalan diharapkan tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi rambu-rambu sementara yang telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan.
Salah seorang sopir rental rute Morowali–Palu, Minhur, mengatakan kerusakan jembatan yang dibiarkan terlalu lama berpotensi semakin parah dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan Satker PJN Wilayah IV merupakan keputusan yang tepat demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Kami berterima kasih kepada pihak Satker dan PPK Wilayah IV sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga yang telah bergerak cepat menangani kerusakan jembatan. Dengan adanya perbaikan ini, kami merasa lebih aman dan nyaman saat melintas,” ujar Minhur.
Ia juga berharap kontraktor pelaksana dapat mengutamakan kualitas pekerjaan sehingga hasil rehabilitasi jembatan memiliki daya tahan yang lebih lama.
Menurutnya, kualitas konstruksi yang baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kerusakan dalam waktu dekat.
Diketahui, proyek rehabilitasi Jembatan Bailey di Kampung Baru dikerjakan oleh CV Wija Masagena berdasarkan Nomor Kontrak HK.0201/BPJN.18.9.3/012 dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026 senilai lebih dari Rp10 miliar.
(Tim)

