Longsor Putus Akses Trans Napu–Palu di Desa Sedoa

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lore Utara selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di Desa Sedoa, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Material longsoran berupa tanah dan pepohonan menutup ruas Jalan Trans Napu–Palu sepanjang kurang lebih 40 meter. Akibatnya, akses kendaraan roda empat dan roda enam lumpuh total.

Jalur penghubung utama masyarakat Napu menuju Kota Palu itu tidak dapat dilalui karena timbunan material dari lereng gunung menutupi seluruh badan jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menerima laporan kejadian, Kapolsek Lore Utara AKP Thamrin Samuda bersama personel Polsek dan Bhabinkamtibmas Desa Sedoa Briptu Nover Megati langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu penanganan awal.

Personel kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA dan segera bergabung dengan warga melakukan pembersihan jalur darurat.

Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop agar kendaraan roda dua masih dapat melintas secara bergantian dengan tetap berhati-hati.

Kapolsek Lore Utara AKP Thamrin Samuda mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sedoa dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah.

Koordinasi tersebut dilakukan guna mendatangkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan.

Menurut AKP Thamrin Samuda, Jalan Trans Napu–Palu merupakan akses vital masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian warga.

Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan sangat diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya.

Longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.

Selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan juga dinilai turut memperbesar risiko terjadinya longsor di wilayah tersebut.

Wilayah Sedoa disebut memang rawan longsor saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Napu dan sekitarnya.

Aktivitas pembalakan liar juga dinilai berdampak pada berkurangnya daya serap tanah sehingga memperparah erosi dan meningkatkan potensi bencana.

Akibat terputusnya akses jalan, aktivitas transportasi dan distribusi hasil perkebunan masyarakat sempat terganggu selama proses penanganan berlangsung.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan serta mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian hutan melalui penghijauan dan penindakan terhadap pembalakan liar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Anwar-Reny, Penerima Beasiswa BERANI CERDAS Tembus 47 Ribu Mahasiswa
Kebakaran Lahan di Patiwunga Berhasil Dipadamkan, Polri-TNI dan Damkar Bersinergi
Baru Dua Pekan Ditertibkan, Aktivitas PETI di Buol Diduga Kembali Bergeliat
PGRI Sulteng Nonaktifkan Ketua dan Sekretaris PGRI Parimo, Ini Penjelasan Syam Zaini
Kajati Sulteng Setujui Penghentian Penuntutan Dua Perkara Penganiayaan Melalui Mekanisme Keadilan Restoratif
PJU POLRES POSO SILATURAHMI KE KEJARI POSO, PERKUAT SINERGITAS PENEGAKAN HUKUM
Satlantas Polres Poso Gencarkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas melalui Police Goes to School
BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT: Wujud Kehadiran Pemerintah Sulteng Memenuhi Hak Dasar Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:35 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Anwar-Reny, Penerima Beasiswa BERANI CERDAS Tembus 47 Ribu Mahasiswa

Selasa, 8 September 2026 - 10:58 WIB

Kebakaran Lahan di Patiwunga Berhasil Dipadamkan, Polri-TNI dan Damkar Bersinergi

Senin, 7 September 2026 - 19:32 WIB

Baru Dua Pekan Ditertibkan, Aktivitas PETI di Buol Diduga Kembali Bergeliat

Senin, 7 September 2026 - 18:23 WIB

PGRI Sulteng Nonaktifkan Ketua dan Sekretaris PGRI Parimo, Ini Penjelasan Syam Zaini

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

Kajati Sulteng Setujui Penghentian Penuntutan Dua Perkara Penganiayaan Melalui Mekanisme Keadilan Restoratif

Berita Terbaru