Tadulakonews.com – TOUNA – Kapolsek Ampana Tete, memberikan keterangan terkait kondisi terkini pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Dusun III Pakanangi, Desa Balingara, Kecamatan Ampana Tete.
Keterangan tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan lokasi bersama unsur Tripika dan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una pada Senin (18/5/2026).
Rombongan tim gabungan berangkat dari Desa Tete A sekitar pukul 10.00 WITA dan tiba di lokasi bencana pada pukul 14.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan tim gabungan bertujuan untuk menyalurkan bantuan darurat sekaligus memetakan dampak kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.
Setibanya di lokasi, Camat Ampana Tete, , menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa lima paket sembako, lima lembar matras, dan lima lembar selimut untuk warga korban bencana.
Selanjutnya, pada pukul 14.30 WITA, dilakukan rapat koordinasi bersama masyarakat di salah satu rumah warga.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Desa Balingara, , bersama sekitar 20 warga setempat.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan dua kebutuhan mendesak kepada pemerintah dan instansi terkait.
Warga berharap adanya bantuan alat berat untuk normalisasi sungai guna mengantisipasi banjir susulan yang dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat juga membutuhkan pasokan pipa air bersih karena jaringan air di wilayah tersebut rusak total akibat material longsor.
AKP Hartono menjelaskan, hasil peninjauan bersama warga menunjukkan bencana tersebut telah merusak pemukiman dan lahan perkebunan masyarakat.
Sebanyak lima rumah warga terdampak langsung, masing-masing milik Eko Budiono, Safrin E. Buata, Abu Bakar Handi, Konjo U. Maudango, dan Imran Marhalik.
Tidak hanya rumah warga, material banjir dan longsor juga merusak area perkebunan milik tujuh warga setempat.
Perkebunan yang terdampak diketahui milik Pak Jejep, Pak Sunardi, Pak Uus, Pak Sabar, Pak Paringga, Pak Yamin, dan Pak Adejaja.
AKP Hartono memastikan seluruh rangkaian kegiatan peninjauan dan penyaluran bantuan berakhir pada pukul 16.00 WITA dalam situasi aman dan lancar. Ia juga menegaskan pihak kepolisian akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan alat berat dan pipa air bersih dapat segera ditindaklanjuti.


