Tadulakonews.com – 24 Maret 2026 menjadi hari penting bagi Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Pesanggrahan Pendawa Indonesia, Jalan Advokat Raya No. 9 Marindal, Deli Serdang, ini menjadi momen strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.
Acara yang digelar pada Selasa tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini terasa semakin bermakna karena dilaksanakan pasca perayaan Idul Fitri, yang identik dengan semangat saling memaafkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini diinisiasi oleh H. Ruslan, S.H., selaku pendiri sekaligus Ketua Umum PB Pendawa Indonesia. Kehadirannya menjadi penggerak utama dalam menyatukan seluruh elemen organisasi.
Acara tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi juga sarat akan nilai kebersamaan. Para peserta memanfaatkan momen ini sebagai ruang untuk mempererat hubungan antaranggota.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi. Hal ini penting untuk memastikan arah dan tujuan organisasi tetap selaras di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat posisi organisasi.
Di antara tokoh yang hadir adalah Parlindungan Purba, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol dukungan dari tingkat nasional.
Turut hadir pula Mbelin Sembiring Brahmana selaku Ketua Umum Persatuan Marga Silima (PMS). Ia menunjukkan dukungan terhadap eksistensi dan peran organisasi.
Selain itu, Danil Ginting yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Fraksi Gerindra juga ikut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran tokoh legislatif ini menambah bobot strategis acara.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa PB Pendawa Indonesia mampu menjembatani berbagai elemen masyarakat. Hal ini menjadi kekuatan tersendiri bagi organisasi.
Dalam suasana kekeluargaan, kegiatan halal bihalal menjadi simbol rekonsiliasi. Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan emosional antaranggota.
Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini juga menjadi titik awal untuk menyatukan visi dan langkah organisasi. Semua pihak didorong untuk bergerak dalam satu tujuan yang sama.
H. Ruslan, S.H. dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat Idul Fitri. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjadikan momen ini sebagai landasan mempererat persaudaraan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam organisasi. Menurutnya, solidaritas menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat.
Selain itu, seluruh pengurus dan anggota diharapkan dapat meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat. Peran sosial organisasi dinilai sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme ini mencerminkan kuatnya solidaritas internal. Dukungan dari berbagai tokoh juga menjadi bukti bahwa PB Pendawa Indonesia terus berkembang dan siap berperan lebih besar di tengah masyarakat.

