
Tadulakonews.com – Dinding penahan tanah atau kirmir di Jalan Cihampelas Atas, Kota Bandung, dilaporkan jebol pada Jumat (30/10/2026) malam.
Insiden tersebut menyebabkan luapan air masuk ke kawasan permukiman dan merendam sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.03 WIB, tepatnya di Jalan Cihampelas Atas Nomor 298, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Informasi mengenai kejadian tersebut diunggah oleh akun X @GraphAI_Net pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut warga setempat sempat panik saat air tiba-tiba menerjang kawasan permukiman.
Luapan air yang masuk ke lingkungan warga dilaporkan tidak hanya menimbulkan genangan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah.
“Akibat jebolnya kirmir tersebut, luapan air seketika menerjang masuk dan merendam sejumlah rumah warga,” tulis akun @GraphAI_Net.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa kerusakan bangunan terjadi pada sejumlah rumah yang berada dalam radius sekitar 300 meter dari titik kejadian.
Meski demikian, belum ada informasi terperinci mengenai jumlah rumah yang terdampak maupun tingkat kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Kondisi para penghuni rumah yang terdampak juga belum dijelaskan secara lengkap dalam informasi yang beredar.
Kirmir sendiri merupakan struktur penahan tanah yang berfungsi menjaga kestabilan lereng atau tebing agar tidak mengalami pergerakan.
Apabila struktur tersebut mengalami kerusakan, air dan material tanah berpotensi mengalir ke kawasan yang berada di bawahnya.
Namun, penyebab jebolnya kirmir di Jalan Cihampelas Atas hingga kini belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Selain penyebab kejadian, data mengenai kemungkinan korban, total kerugian materiil, serta dampak keseluruhan terhadap lingkungan permukiman juga masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Langkah penanganan di lokasi kejadian pun perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari instansi terkait.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kerusakan infrastruktur penahan tanah terjadi di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.
Pemeriksaan kondisi kirmir, pendataan rumah terdampak, serta penanganan area yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.




