Tadulakonews.com – BONTOHARU, KEPULAUAN SELAYAR – Aksi pencurian instalasi kabel kembali meresahkan para pengelola tambak di kawasan Matalalang, Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kejadian berulang di wilayah tersebut menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas operasional pertambakan.
Peristiwa pencurian terbaru diketahui terjadi pada Sabtu (17/10/2026). Dalam kejadian tersebut, bentangan kabel listrik sepanjang kurang lebih 300 meter dilaporkan hilang akibat aksi pelaku yang diduga memanfaatkan situasi lokasi yang sedang lengang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian tersebut diperkirakan berlangsung pada siang hari. Kondisi kawasan tambak yang relatif sepi diduga memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa diketahui oleh penjaga maupun pengelola tambak lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agus, salah seorang penjaga tambak di lokasi kejadian, mengaku baru mengetahui hilangnya kabel setelah menerima informasi dari rekan sesama petambak yang berada di sekitar lokasi.
“Saya baru tahu kalau kabel tambak sudah hilang setelah ditelepon sama tetangga tambak sebelah. Diperkirakan kejadiannya siang hari pas kondisi lokasi lagi sepi,” ujar Agus.
Hilangnya kabel tersebut menambah keresahan para pengelola tambak, terlebih karena aksi serupa disebut telah beberapa kali terjadi di kawasan Matalalang. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan instalasi listrik dan sarana pendukung usaha pertambakan.
Meski mengalami kerugian akibat kehilangan kabel, peristiwa terbaru ini diketahui belum dilaporkan secara resmi oleh pihak korban kepada aparat kepolisian. Belum adanya laporan resmi tersebut tidak mengurangi pentingnya perhatian terhadap persoalan keamanan yang berulang di kawasan tersebut.
Dampak pencurian kabel tidak hanya sebatas kerugian material. Hilangnya instalasi listrik dapat mengganggu bahkan menghentikan pasokan daya yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai peralatan penunjang operasional tambak.
Salah satu fasilitas yang sangat bergantung pada pasokan listrik adalah kincir air yang berfungsi menjaga sirkulasi dan kadar oksigen di dalam kolam. Apabila kincir tidak dapat beroperasi, kondisi tersebut berpotensi mengancam kelangsungan hidup komoditas budidaya.
Selain kincir air, pompa dan lampu penerangan kawasan tambak juga menjadi fasilitas yang terdampak ketika instalasi kabel mengalami kerusakan atau kehilangan. Padamnya penerangan pada malam hari turut meningkatkan risiko gangguan keamanan di lingkungan pertambakan.
Bagi para pelaku usaha, gangguan tersebut dapat berimbas pada meningkatnya biaya operasional, terhambatnya kegiatan budidaya, hingga potensi kerugian ekonomi apabila kondisi tambak tidak dapat dikendalikan dengan baik.
Berulangnya kejadian pencurian di kawasan Matalalang menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih terarah. Pengamanan instalasi listrik dan peningkatan kewaspadaan di lingkungan tambak menjadi hal penting untuk meminimalkan peluang terjadinya tindak kejahatan serupa.
Pemerintah Kelurahan Bonto Bangun diharapkan dapat mengambil peran aktif dengan memfasilitasi komunikasi antara pengelola tambak, masyarakat setempat, serta unsur keamanan wilayah. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memetakan titik-titik rawan dan menyusun langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Pemerintah Kecamatan Bontoharu juga diharapkan dapat mendorong sinergi lintas sektor bersama instansi terkait guna memperkuat upaya menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan pertambakan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi rutin, peningkatan pengawasan lingkungan, serta fasilitasi kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
Selain itu, patroli secara berkala pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan dapat menjadi salah satu langkah pencegahan yang patut dipertimbangkan. Keterlibatan masyarakat dan para pengelola tambak juga penting untuk mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan aktivitas mencurigakan.
Para pengelola tambak diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dan mendokumentasikan setiap kejadian yang merugikan. Pelaporan kepada aparat berwenang juga penting agar peristiwa pencurian dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur serta membantu mengidentifikasi pola kejadian yang berulang.
Dengan adanya perhatian serius dan kerja sama antara pemerintah setempat, aparat keamanan, serta masyarakat, persoalan pencurian kabel di kawasan Matalalang diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melindungi fasilitas pertambakan, tetapi juga menjaga kelancaran usaha dan stabilitas ekonomi warga di Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.





