Tadulakonews.com – BERAU – Seorang pria berinisial YBM (48) dilaporkan hilang setelah perahu ketinting yang digunakannya ditemukan dalam kondisi terbalik di sungai wilayah Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.
Hingga Kamis (15/10/2026), keberadaan YBM masih belum diketahui. Warga setempat telah melakukan pencarian secara mandiri setelah menemukan perahu yang diduga milik korban.
Sementara itu, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau dijadwalkan turun ke lokasi pada Jumat (16/10/2026) untuk membantu proses pencarian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Moch Nur Alimi Zain, menjelaskan bahwa korban sehari-hari bekerja menggunakan perahu ketinting.
Perahu tersebut biasa digunakan YBM untuk mengantar penumpang maupun mengangkut hasil kebun milik warga.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, peristiwa tersebut bermula pada Rabu (14/10/2026), ketika korban mengantar seorang penumpang menggunakan perahu ketinting.
Setelah mengantarkan penumpang ke tujuan, korban berencana kembali ke lokasi semula untuk mengambil barang yang tertinggal, yakni sebuah timbangan.
Namun, hingga Kamis pagi, korban tidak kunjung kembali. Kondisi tersebut membuat penumpang yang sebelumnya diantar merasa khawatir.
Penumpang tersebut kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung. Dalam perjalanan, ia menemukan perahu ketinting milik korban dalam kondisi terbalik di sungai.
“Dalam perjalanan, penumpang itu menemukan perahu ketinting milik korban dalam kondisi terbalik di sungai. Sementara korban belum diketahui nasibnya,” jelas Alimi.
Selain perahu yang ditemukan terbalik, mesin perahu juga dilaporkan telah terjatuh ke sungai. Temuan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keberadaan YBM.
Alimi kembali menegaskan bahwa hingga Kamis, korban belum kembali dan perahunya ditemukan dalam kondisi terbalik di sungai.
Hingga Kamis sore, pencarian masih dilakukan secara mandiri oleh warga setempat. Masyarakat berupaya mencari keberadaan korban sembari menunggu bantuan dari tim Disdamkarmat Berau.
Namun, hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan pencarian oleh tim penyelamat.
Disdamkarmat Berau terus berkoordinasi dengan masyarakat serta aparatur Kampung Long Lanuk untuk memantau perkembangan situasi dan memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan korban.
“Jika korban belum ditemukan, besok kami akan turun ke lapangan untuk melakukan pencarian,” pungkas Alimi.
Tim Disdamkarmat Berau dijadwalkan memulai pencarian pada Jumat pagi. Hingga saat itu, keberadaan YBM masih belum diketahui dan proses pencarian diharapkan dapat membantu menemukan korban.





