Sebut Prof Zainal Tidak Sendirian, Ketua Umum Majelis Sinode GPID: Menentang Dakwah Moderasi Beragama Sama Halnya Menginginkan Gesekan

- Penulis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – PALU, 13 Oktober 2026 – Gelombang dukungan moral dan solidaritas lintas iman kepada Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., terus mengalir di tengah proses hukum yang sedang dijalaninya.

Konsistensi dan keteguhan Prof. Zainal dalam memperjuangkan toleransi dinilai bukan sekadar persoalan personal, melainkan menyangkut masa depan kerukunan, perdamaian, dan stabilitas sosial di Bumi Tadulako.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan terbuka kali ini datang dari Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID), Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu, M.Teol. Ia menegaskan bahwa jajaran gereja dan masyarakat sipil yang mendambakan kedamaian berdiri bersama Prof. Zainal dalam memperjuangkan toleransi dan moderasi beragama.

Menurut Pdt. Alexander, persoalan yang dihadapi Prof. Zainal tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlangsungan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tengah.

“Persoalan yang dihadapi oleh Pak Prof bukan cuma persoalan pribadi, tetapi persoalan kemanusiaan, persoalan kerukunan yang ada di Sulawesi Tengah. Pak Prof sebagai tokoh yang selalu memperjuangkan keharmonisan, toleransi, kedamaian di Sulawesi Tengah, menghadapi masalah itu, Pak Prof itu tidak sendirian,” tegas Pdt. Alexander saat ditemui di kantornya.

Ia menambahkan, perjuangan Prof. Zainal selama ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk gereja-gereja yang memiliki komitmen kuat untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Pak Prof sudah melakukan yang baik untuk masyarakat Sulawesi Tengah, didukung oleh seluruh masyarakat, semua gereja. Gereja-gereja itu memberi support kepada Pak Prof untuk terus memperjuangkan itu kedamaian, toleransi, dan moderasi beragama di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Lebih jauh, Pdt. Alexander mengaku heran sekaligus prihatin terhadap sikap sejumlah pihak yang menolak atau menentang dakwah moderasi beragama yang selama ini disuarakan Prof. Zainal. Menurutnya, upaya menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi semestinya dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Ia menilai Sulawesi Tengah memiliki aset berharga dengan kehadiran tokoh-tokoh agama yang konsisten merawat kerukunan, termasuk Prof. Zainal yang dikenal aktif memperjuangkan keharmonisan antarumat beragama. Peran para tokoh tersebut dinilai penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial daerah.

Pdt. Alexander juga menekankan bahwa keberadaan tokoh lintas agama yang peduli terhadap kerukunan merupakan bagian penting dari upaya mengantisipasi potensi gesekan antarkelompok. Dialog, sikap saling menghormati, dan penyampaian pesan keagamaan yang menyejukkan dinilai menjadi fondasi untuk mencegah konflik di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam pandangannya, penolakan terhadap dakwah moderasi beragama berpotensi melemahkan upaya membangun perdamaian. Ia mengingatkan bahwa masyarakat membutuhkan lebih banyak tokoh yang menyuarakan kebaikan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan, bukan justru mempersempit ruang bagi dialog dan kebersamaan.

Pdt. Alexander turut menyoroti risiko yang dapat muncul apabila upaya para tokoh agama dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi terus dihambat. Menurutnya, situasi tersebut dapat berdampak pada iklim kerukunan dan membuat para pejuang moderasi beragama merasa ruang geraknya semakin terbatas.

Ia mengingatkan bahwa penguatan moderasi beragama bukanlah upaya untuk merendahkan keyakinan tertentu. Sebaliknya, pesan tersebut bertujuan mendorong setiap umat beragama menjalankan kehidupan dengan baik, saling menghormati, dan membangun hubungan yang damai di tengah perbedaan.

“Tindakan yang menghalangi suatu kebaikan itu adalah bentuk dari kejahatan. Kalau dia menghambat dari perbuatan baik, itu dia melakukan tindakan yang menyimpang dari kebaikan itu dan kebenaran itu,” kata Pdt. Alexander.

Ia menegaskan bahwa pesan yang disampaikan Prof. Zainal merupakan ajakan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan, bukan untuk merendahkan agama atau keyakinan siapa pun. Menurutnya, ajakan untuk hidup berdamai dan saling menyayangi seharusnya menjadi kepentingan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kalau seorang Profesor Zainal Abidin menyampaikan kebaikan untuk semua orang, dia itu bukan merendahkan suatu agama, justru mengangkat derajat kita semua. Itu supaya sebagai umat beragama itu hidup kita itu baik, hidup kita berdamai, hidup kita itu baku sayang. Itu kan konsepnya,” ungkapnya.

Pdt. Alexander pun menegaskan bahwa sikap menentang pesan perdamaian, kebaikan, dan kesetaraan patut menjadi perhatian bersama. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga komitmen terhadap toleransi dan tidak membiarkan perbedaan pandangan mengikis semangat persaudaraan di Sulawesi Tengah.

“Lalu, ada orang yang menentang itu. Orang yang menentang ini berarti menentang perdamaian, menentang kebaikan, menentang kesetaraan. Jadi orang atau tindakan yang melawan kebaikan, melawan kebenaran adalah pelaku kejahatan itu sesungguhnya,” pungkas Pdt. Alexander.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi SMP Negeri Satap 7 Dampelas Rampung 100 Persen, Telan Anggaran APBN Rp394,6 Juta
Laode Abdul Sofian Jabat Kasi C Pidum, Muhammad Fikri Jadi Kasipenkum Kejati Sulteng
Irjen Pol Rizal Irawan Tiba di Palu, Disambut Gubernur dan Forkopimda
Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Tujuh Orang Positif Narkoba
Satreskrim Polres Poso Tahan Terduga Pelaku Pencurian di Moengko
BAG SDM POLRES POSO SOSIALISASIKAN PENERIMAAN SISWA BARU SMA KEMALA TARUNA BHAYANGKARA TAHUN AJARAN 2027/2028
Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Meritokrasi sebagai Prinsip Utama Pengembangan Karier ASN
SMPN 1 Balaesang Tanjung Terima Bantuan Revitalisasi Pendidikan 2026 Senilai Rp975,5 Juta
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Revitalisasi SMP Negeri Satap 7 Dampelas Rampung 100 Persen, Telan Anggaran APBN Rp394,6 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Laode Abdul Sofian Jabat Kasi C Pidum, Muhammad Fikri Jadi Kasipenkum Kejati Sulteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Irjen Pol Rizal Irawan Tiba di Palu, Disambut Gubernur dan Forkopimda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Tujuh Orang Positif Narkoba

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Satreskrim Polres Poso Tahan Terduga Pelaku Pencurian di Moengko

Berita Terbaru