
Palu, 24 September 2026 – Tadulakonews.com – Dengan selesainya pembangunan sarana pengendali banjir Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi tahun ini, masyarakat yang bermukim tidak jauh dari bantaran sungai tersebut kini merasa lebih aman dan nyaman.
Kehadiran bangunan pengendali banjir itu membuat warga tidak lagi merasa khawatir secara berlebihan terhadap kemungkinan terjadinya banjir, terutama ketika memasuki musim penghujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Marhen P. (51), salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi upaya dan kerja keras yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulawesi Tengah.
Menurutnya, pembangunan sarana pengendali banjir tersebut sangat penting bagi kepentingan masyarakat, khususnya warga yang selama ini tinggal di sekitar bantaran Sungai Gumbasa.
Ia mengatakan, beberapa tahun sebelumnya, sejumlah bangunan penanggulangan bencana di kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi dan likuefaksi yang terjadi beberapa tahun silam.
Kerusakan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba. Kondisi bangunan yang tidak lagi maksimal membuat air sungai terkadang meluap secara tiba-tiba.
Luapan air bahkan dapat masuk hingga ke wilayah permukiman warga. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga sempat merusak tanaman perkebunan milik warga.
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat mengalami kerugian materi yang cukup besar. Karena itu, perbaikan sarana pengendali banjir dinilai sangat dibutuhkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Syukurlah Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai telah melakukan perbaikan secepatnya,” ujar Marhen kepada wartawan belum lama ini.
Ia berharap keberadaan bangunan pengendali banjir tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang serta mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini menghantui masyarakat di sekitar Sungai Gumbasa.
Diketahui sebelumnya, BWSS III Sulawesi Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi bencana banjir di wilayah tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan tanggul pengendali banjir dengan panjang mencapai ratusan meter. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap kawasan permukiman dan lahan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan tanggul tersebut menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah. Proyek tersebut dikerjakan dengan melibatkan salah satu kontraktor penyedia jasa sebagai mitra kerja.
Secara fisik, pekerjaan konstruksi tersebut telah rampung pada awal September 2026. Penyelesaian pembangunan itu menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir.
Meski pekerjaan fisik telah selesai, proyek tersebut hingga kini masih berada dalam pengawasan BWSS III Sulawesi Tengah. Hal itu karena pekerjaan masih memasuki masa pemeliharaan oleh pihak penyedia jasa.
Dengan demikian, proyek tersebut masih berada dalam tahapan Professional Hand Over (PHO) hingga batas waktu yang telah ditentukan. Selama masa tersebut, pengawasan tetap dilakukan guna memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.




