Tadulakonews.com – Donggala, 16 September 2026 – Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Wilayah Sulawesi Tengah terus memantau progres pembangunan jembatan gantung di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.
Pembangunan jembatan tersebut saat ini terus dikebut penyelesaiannya oleh CV Bangkit Perdana selaku kontraktor pelaksana proyek di lapangan.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah 1.4 PJN Sulawesi Tengah, Lambang Puspito, ST., melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4, Agus Tatang, ST., menjelaskan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat memprihatinkan dan tidak lagi layak dilalui masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan tersebut terutama dirasakan oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi jembatan semakin parah setelah terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, jika kerusakan dibiarkan tanpa penanganan, kondisi jembatan dikhawatirkan semakin memburuk dan dapat mengancam keselamatan masyarakat yang melintas.
Oleh karena itu, pemerintah melalui BPJN XIV Sulawesi Tengah melakukan penanganan secepatnya dengan membangun kembali jembatan gantung yang baru menggunakan konstruksi yang lebih kokoh dan diharapkan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.
Agus Tatang mengatakan, pembangunan kembali jembatan tersebut bertujuan memulihkan konektivitas daerah yang sempat terisolasi akibat rusaknya prasarana penghubung.
Selain itu, pembangunan jembatan juga ditujukan untuk menjamin keselamatan masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pascabencana banjir.
Secara keseluruhan, jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang bentang mencapai 96 meter dengan lebar 6,5 meter.

Untuk progres pekerjaan di lapangan, saat ini pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen. Tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain pembuatan pondasi sebagai bagian penting dari struktur utama jembatan.
“Untuk saat ini pekerjaan baru sampai pada pembuatan pondasi. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang sebagai persiapan untuk pengecoran jembatan,” jelas Agus Tatang.
Diketahui, proyek pembangunan jembatan gantung Desa Tonggolobibi mulai dikerjakan sejak Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp6,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026.
Dalam pelaksanaannya, pihak BPJN XIV Sulawesi Tengah juga mengharapkan adanya dukungan serta partisipasi masyarakat setempat selama proses pembangunan berlangsung.
Dukungan masyarakat dinilai penting untuk membantu menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan hingga jembatan tersebut dapat diselesaikan dan dimanfaatkan kembali oleh warga.
Hal tersebut disampaikan PPK 1.4 saat mendampingi Kepala BPJN Sulawesi Tengah Bambang Razak, ST., bersama Kasatker melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan guna memastikan pekerjaan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. (Tim)





