
Tadulakonews.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membumikan nilai-nilai kemanusiaan tanpa sekat.
Melalui gerakan kepedulian sosial, FKUB Sulteng berhasil menghimpun dana bantuan senilai lebih dari Rp10 juta yang diperuntukkan bagi para korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggalangan donasi tersebut tidak hanya bersumber dari internal pengurus dan keluarga besar FKUB Sulteng, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah pengusaha serta tokoh yang selama ini memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kerukunan di Bumi Tadulako.
Di antara para donatur yang turut menyalurkan kepeduliannya adalah pengusaha Hendrik G. Lyanto atau Ko Aceo sebesar Rp5 juta, Wijaya Chandra atau Ko Awi senilai Rp500 ribu lebih, serta Yasmin Alkatiri sebesar Rp150 ribu, di samping sumbangan dari jajaran pengurus lainnya.
Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan jajaran pengurus, keluarga besar FKUB, para pengusaha, serta tokoh daerah.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menegaskan bahwa aksi tanggap bencana tersebut merupakan wujud nyata dari teologi kemanusiaan yang senantiasa digaungkan FKUB Sulteng.
Menurutnya, musibah yang menimpa masyarakat di NTT merupakan duka bersama yang harus mendapatkan perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen bangsa.
“Aksi kepedulian ini adalah bentuk pengamalan ajaran agama yang nyata, yaitu hadir membahagiakan dan meringankan beban sesama yang sedang tertimpa musibah,” ujar Prof. Zainal Abidin.
Ia berharap bantuan yang berhasil dihimpun tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menguatkan para korban gempa di NTT dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.
Dewan Pakar PB Alkhairaat itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah.
Menurutnya, kepedulian yang diberikan berbagai pihak menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat menjadi ruang bersama yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang.
Kolaborasi antara tokoh agama, pengusaha, pengurus organisasi, dan masyarakat tersebut sekaligus membuktikan bahwa semangat gotong royong dan toleransi di Sulawesi Tengah senantiasa hidup serta mampu memberikan dampak positif bagi kemanusiaan.
FKUB Sulteng berharap gerakan solidaritas tersebut tidak berhenti pada pengumpulan bantuan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun kepedulian terhadap sesama, khususnya ketika terjadi bencana dan kondisi darurat.
Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Bendahara Umum Asosiasi FKUB Indonesia untuk selanjutnya diteruskan kepada para korban bencana di NTT.
“Donasi ini akan kami salurkan melalui Bendahara Umum Asosiasi FKUB Indonesia untuk disalurkan kepada korban bencana di NTT. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan meringankan duka yang sedang saudara-saudara kita alami di NTT,” tutupnya.




