
Palu – Tadulakonews.com – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Nasri, yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, secara resmi membuka Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Itwasda Polda Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sriti Convention Hall, Jalan Durian Nomor 88, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Senin (27/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakerwas dihadiri Irwasda Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Purwanto Puji Sutan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah Agus Yulianto, para pejabat utama Polda Sulteng, para Kapolresta dan Kapolres jajaran, serta seluruh peserta Rakerwas.
Dalam sambutan Kapolda yang dibacakan Wakapolda, disampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rakerwas atas komitmen dalam menjalankan fungsi pengawasan di lingkungan Polri.
Menurutnya, fungsi pengawasan tidak hanya sebagai pengendali internal, tetapi juga sebagai konsultan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Peran tersebut penting untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai ketentuan hukum, prosedur, dan kode etik.
Wakapolda menegaskan tantangan fungsi pengawasan akan semakin kompleks seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Karena itu, pengawasan harus mampu mengawal seluruh pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Pengawasan juga harus mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga penanganan pengaduan terhadap dugaan penyimpangan perilaku anggota Polri.
Rakerwas Itwasda Polda Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 mengusung tema “Transformasi Pengawasan Guna Mengawal Akuntabilitas dan Integritas Polri dalam Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.”
Tema tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sistem pengawasan yang adaptif, modern, dan berbasis teknologi digital.
Dalam arahannya, Wakapolda menekankan pentingnya transformasi fungsi pengawasan di lingkungan Polri.
Itwasda diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemeriksa (quality assurance), tetapi juga sebagai konsultan yang solutif (consulting), mitra strategis (trusted advisor), serta membangun sistem peringatan dini (early warning system).
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan sejak dini.
Selain itu, Wakapolda menekankan perlunya penguatan akuntabilitas dan integritas dalam pengelolaan anggaran negara.
Seluruh pelaksanaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan objektif guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Fungsi pengawasan juga harus mampu mengawal pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026 secara efektif.
Dengan demikian, seluruh program pembangunan nasional dapat berjalan aman, lancar, serta terhindar dari praktik penyimpangan dan korupsi.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko untuk meningkatkan kapasitas personel dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi berbagai potensi risiko organisasi.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi kompetensi penting bagi para pimpinan maupun aparat pengawas internal dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan terukur.
Melalui penerapan manajemen risiko yang sistematis, setiap program pemerintah maupun kebijakan organisasi diharapkan dapat terlaksana secara efektif, meminimalkan potensi permasalahan hukum, serta mengantisipasi berbagai hambatan operasional.
Menutup sambutan Kapolda, Wakapolda memberikan empat penekanan kepada seluruh peserta, yakni menyelaraskan rencana kerja dengan RKP 2026, menjadikan pengawasan internal sebagai sarana pencegahan penyimpangan anggaran dan penyalahgunaan wewenang, meningkatkan kemampuan identifikasi serta mitigasi risiko, dan mengimplementasikan manajemen risiko dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Mengakhiri sambutan tersebut, Wakapolda mewakili Kapolda secara resmi membuka Rapat Kerja Pengawasan Itwasda Polda Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Rakerwas Itwasda Polda Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka.

