
Tadulakonews.com – Banjir yang melanda Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara, terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah warga tergenang air dan aktivitas masyarakat terganggu.
Menanggapi situasi tersebut, personel Siaga SAR Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah segera dikerahkan ke lokasi pada Minggu, 12 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di lokasi, para personel langsung melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Mereka memastikan kondisi warga sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan yang terjadi.
Dengan sigap, petugas membantu masyarakat memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat genangan air yang terus meningkat.
Selain membantu evakuasi barang, personel juga memberikan rasa aman kepada warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Kehadiran petugas di tengah masyarakat diharapkan dapat menenangkan situasi.
Tidak hanya fokus pada permukiman warga, personel juga melakukan pengamanan di jalur utama yang terdampak banjir. Beberapa titik jalan terendam air sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas memasang penanda di area rawan. Mereka juga aktif mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melintas dengan aman.
Pengendara yang melintas diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melewati genangan air yang cukup dalam. Petugas terus memberikan arahan langsung di lapangan.
Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Dr. Robi Utomo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Ia menyampaikan bahwa Brimob selalu siap membantu masyarakat, baik dalam proses evakuasi maupun menjaga kelancaran jalur transportasi di tengah kondisi banjir.
Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain melakukan evakuasi dan pengamanan, personel juga terus memantau kondisi debit air. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

