
Tadulakonews.com – BERAU – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Polsek Kelay bersama unsur pemerintah, TNI, perusahaan perkebunan, dan masyarakat melaksanakan patroli bersama di sejumlah areal konsesi perusahaan di Kampung Merapun.
Patroli tersebut menyasar wilayah konsesi PT Yudha Wahana Abadi (YWA), PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), dan PT General Aura Semari (GAS). Kegiatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan melibatkan Camat Kelay Muh. Saleh, Danramil Kelay Kapten Haeruddin, Kapolsek Kelay AKP Lisinius Pinem beserta personel, serta perwakilan Dinas Perkebunan Berau, BPBD, dan DLHK.
Selain itu, Pemerintah Kampung Merapun, Kelompok Tani Peduli Api Kampung Lesan Dayak, pihak perusahaan, serta warga sekitar turut ambil bagian dalam kegiatan patroli dan pengecekan kesiapsiagaan tersebut.
Patroli bersama dilaksanakan untuk memastikan seluruh pihak, khususnya perusahaan dan masyarakat, memiliki kesiapan dalam menghadapi ancaman Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Kapolsek Kelay AKP Lisinius Pinem mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi dari seluruh pihak. Menurutnya, luasnya wilayah konsesi perusahaan menjadi salah satu faktor yang membutuhkan perhatian bersama.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, perusahaan dan masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” ujar Lisinius Pinem.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla yang dimiliki perusahaan.
Pengecekan di antaranya dilakukan terhadap embung air yang berada di wilayah operasional PT YWA, menara api milik PT GAS, serta gudang sarana dan prasarana pemadam kebakaran milik PT YWA.
Pengecekan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pendukung dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wilayah perkebunan maupun kawasan sekitarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan Karhutla di PT GAS. Simulasi menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarpihak dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kesempatan yang sama, PT YWA menyerahkan sejumlah sarana dan prasarana kepada Kelompok Tani Peduli Api Kampung Lesan Dayak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal apabila ditemukan titik api.
Lisinius menambahkan, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kebakaran terjadi. Keberadaan sumber air, sarana pemadaman, menara pemantauan, serta kemampuan personel dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap potensi Karhutla.
“Kami mengapresiasi langkah perusahaan yang terus meningkatkan kesiapan menghadapi Karhutla. Harapannya, sarana yang tersedia dapat benar-benar dimanfaatkan dan koordinasi tetap berjalan dengan baik, sehingga apabila muncul potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” katanya.
Melalui patroli bersama dan simulasi tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin siap menghadapi ancaman Karhutla. Sinergi lintas sektor juga diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan.




