POSO – Tadulakonews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Pamona Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan masyarakat setempat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di area lahan gambut Desa Bo’e, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (28/10/2026), setelah Bhabinkamtibmas Desa Bo’e, Aipda Victor, menerima laporan mengenai adanya titik api di pinggiran Jalan Trans Sulawesi, tidak jauh dari tepian Danau Poso.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Aipda Victor segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus mengoordinasikan upaya pemadaman bersama instansi terkait dan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penanganan tersebut, Aipda Victor bersama tujuh personel Damkar dan sekitar sepuluh warga bahu-membahu memadamkan api yang membakar lahan kosong di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare. Proses pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Situasi di lokasi kejadian pun dinyatakan aman dan terkendali.
Hasil identifikasi awal menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut. Hal ini karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan dampak langsung terhadap tempat tinggal masyarakat.
Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian akan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian yang menyebabkan terjadinya kebakaran tersebut.
Kapolsek Pamona Selatan, IPTU Oktavianus Batara, S.H., mengapresiasi kesigapan Bhabinkamtibmas, personel Damkar, dan masyarakat dalam menangani kebakaran di wilayah Desa Bo’e.
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, instansi teknis, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Ia menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama dalam mencegah api meluas ke area lain. Hal tersebut semakin penting mengingat lahan gambut berpotensi menyimpan bara api yang dapat memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
IPTU Oktavianus juga menyampaikan apresiasi kepada Aipda Victor yang dinilai sigap berkoordinasi dengan Damkar dan warga sejak menerima laporan awal mengenai titik api.
Partisipasi masyarakat dalam membantu proses pemadaman serta memantau kondisi di sekitar lokasi dinilai sangat membantu upaya pengendalian kebakaran. Terlebih, kondisi cuaca yang kering dan angin yang berembus berpotensi mempercepat penyebaran api.
Selain mengapresiasi penanganan tersebut, Kapolsek Pamona Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang berdekatan dengan sumber air seperti Danau Poso.
Ia menekankan bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari pencemaran udara akibat asap hingga kerusakan ekosistem dan lingkungan yang merugikan masyarakat luas.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus mendalami penyebab kebakaran. Apabila ditemukan bukti adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang memenuhi ketentuan hukum, tindakan tegas akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kapolsek mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayahnya.
Sementara itu, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan pascapemadaman untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan. Upaya ini dilakukan guna menjaga keamanan lingkungan serta mencegah meluasnya Karhutla di wilayah Pamona Selatan.
Melalui kerja sama yang solid antara kepolisian, Damkar, dan masyarakat, diharapkan penanganan kebakaran dapat terus dilakukan secara cepat dan efektif. Seluruh elemen masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan Poso agar tetap asri, aman, dan terbebas dari ancaman bencana asap.





