Ngopi Kerukunan FKUB Sulteng, Merawat Moderasi Beragama untuk Sulteng Nambaso

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Suasana santai namun penuh makna mewarnai kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Loop Circle Cafe, Jumat pagi, 15 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Dr. Junaidin, S.Ag., M.A., tokoh lintas agama, serta mitra strategis seperti Wahana Visi Indonesia.

Mengusung tema “Moderasi Beragama dan Berani Berkah untuk Sulteng Nambaso”, dialog dipandu Srikandi FKUB Sulteng, Endang Susan Karyosumito, S.E., di kafe milik tokoh muda peduli kerukunan, Dr. Mardiman Sane, S.H., M.H. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., membuka dialog dengan menyampaikan visi besar FKUB sebagai “Rumah Besar” bagi seluruh umat beragama di Sulawesi Tengah. Menurutnya, kepercayaan dari seluruh majelis agama menjadi fondasi penting agar semangat toleransi benar-benar menjadi milik bersama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu juga menyinggung lemahnya “daya ubah” agama, meski agama menjadi pembahasan di berbagai aspek kehidupan. Ia menilai nilai-nilai agama seharusnya mampu memberi dampak nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

Mengutip filsuf Hans Kung, Prof. Zainal menjelaskan bahwa agama ibarat pedang bermata dua. Agama dapat menjadi sumber perdamaian, namun juga bisa memicu pertikaian apabila tidak dipahami dengan baik.

Ia menegaskan bahwa perdamaian antarumat beragama menjadi syarat utama untuk mewujudkan cita-cita Sulteng Nambaso. Menurutnya, mustahil menghadirkan kemajuan daerah apabila agama justru menjadi sumber konflik.

Prof. Zainal menilai program Berani Berkah yang digagas Gubernur Anwar Hafid melalui gerakan Sulteng Mengaji dan Sulteng Berjamaah sejalan dengan semangat moderasi beragama. Ia menekankan pentingnya memahami kitab suci tidak hanya secara harfiah, tetapi juga menggali nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Konsep “berjamaah”, lanjutnya, tidak hanya dimaknai sebagai ibadah bersama, tetapi juga semangat persatuan dalam mencapai tujuan yang sama. Perbedaan cara pandang tidak boleh menjadi penyebab perpecahan.

Tokoh yang dijuluki “Gus Dur” asal Sulawesi Tengah itu menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan agama. Moderasi adalah cara beragama yang menghargai perbedaan dan menerima keberagaman dengan sikap saling menghormati.

Menurutnya, praktik moderasi beragama sebenarnya sederhana. Setiap orang tetap memeluk keyakinannya masing-masing, namun mampu hidup berdampingan secara damai dan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kuatnya nilai spiritual yang tertanam di tengah masyarakat. Ia mengaku memiliki pengalaman langsung saat memimpin Morowali, di mana pendekatan spiritual mampu membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Anwar Hafid menyebut banyak pemerintahan runtuh bukan karena lemahnya kekuatan, tetapi karena meninggalkan nilai-nilai spiritual. Menurutnya, kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai apabila nilai spiritual diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga membagikan pengalamannya saat berbicara di hadapan perwakilan 28 negara di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam forum tersebut, para ahli sepakat bahwa pembangunan bangsa harus menjadikan spiritualitas sebagai pilar utama.

Di Sulawesi Tengah, ia mendorong seluruh umat beragama untuk aktif menghidupkan rumah ibadah masing-masing, baik masjid, gereja, pura, maupun tempat ibadah lainnya. Ia menilai kebiasaan berkumpul dalam kegiatan keagamaan dapat memperkuat moral masyarakat.

Program Berani Berkah, menurut Anwar Hafid, bersifat universal dan terbuka bagi seluruh umat beragama. Ia percaya masyarakat yang rutin mendengarkan pesan-pesan keagamaan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak persatuan.

Pemilik Loop Circle Cafe, Dr. Mardiman Sane, menyambut hangat terselenggaranya dialog tersebut. Sebagai tokoh muda, ia merasa konsep “Ngopi Kerukunan” membuat pembahasan tentang toleransi menjadi lebih cair, santai, dan mudah diterima semua kalangan.

Kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi dan tokoh lintas agama, di antaranya PW Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, Pelopor Kerukunan Dunia Maya (PKDM), Kaukus Lintas Agama, Gereja Protestan Indonesia Donggala, Bala Keselamatan Komdiv Palu Raya, PW Muhammadiyah, Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Wahana Visi Indonesia, PB Alkhairaat, Pimpinan Wilayah DDI Sulteng, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulteng, serta sejumlah pendeta dan pastor.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyampaian gagasan dari para tokoh lintas agama. Seluruh peserta memberikan apresiasi terhadap program Ngopi Kerukunan yang dinilai mampu menghadirkan dialog moderasi beragama dengan suasana santai namun tetap substansial.

Di akhir kegiatan, para tokoh lintas agama sepakat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan yang religius dan gerakan moderasi beragama menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar Sulteng Nambaso yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAT SAMAPTA POLRES POSO GELAR PATROLI DIALOGIS, AJAK WARGA BERSAMA JAGA KAMTIBMAS
Polres Poso Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Tinombala 2026 Resmi Dimulai
Operasi Gabungan di Poso, Tujuh Orang Terindikasi Positif Narkotika
Polres Poso Serahkan 20 Penyalahguna Narkoba ke BNNK untuk Jalani Rehabilitasi
Wakapolres Poso Pimpin Pengaturan Lalu Lintas Pagi, Wujudkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Polres Poso Tanamkan Kesadaran Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMKN 2 Poso
KAPOLRES BUOL BERSAMA WAKAPOLRES PANTAU LANGSUNG PENANGANAN KARHUTLA DI PEGUNUNGAN LINGKUNGAN LOS
Kapolres Poso Gelar Minggu Kasih di Gereja Santa Cecilia Tagolu, Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:36 WIB

SAT SAMAPTA POLRES POSO GELAR PATROLI DIALOGIS, AJAK WARGA BERSAMA JAGA KAMTIBMAS

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Polres Poso Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Tinombala 2026 Resmi Dimulai

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Operasi Gabungan di Poso, Tujuh Orang Terindikasi Positif Narkotika

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Poso Serahkan 20 Penyalahguna Narkoba ke BNNK untuk Jalani Rehabilitasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Wakapolres Poso Pimpin Pengaturan Lalu Lintas Pagi, Wujudkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

Berita Terbaru