KEJATI SULTENG SETUJUI PENGHENTIAN PENUNTUTAN PERKARA PENCURIAN MELALUI RESTORATIVE JUSTICE

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Kamis, 4 Juni 2026, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Imanuel Rudy Pailang, S.H., M.H., kembali memimpin ekspose permohonan penghentian penuntutan berdasarkan mekanisme Restorative Justice.

Kegiatan ekspose tersebut dilaksanakan secara daring bersama Direktorat Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM PIDUM) Kejaksaan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspose berlangsung di ruang kerja Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan membahas perkara yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Banggai untuk memperoleh persetujuan penghentian penuntutan.

Perkara yang diekspose melibatkan tersangka bernama Joni Handoko yang disangkakan melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasus tersebut bermula ketika tersangka mengambil satu unit sepeda motor milik korban yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Setelah mengambil kendaraan tersebut, tersangka kemudian menggadaikannya kepada pihak lain dan menggunakan hasil gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp22 juta.

Dalam proses penyelesaian perkara, tersangka menunjukkan itikad baik dengan menebus kembali sepeda motor yang sebelumnya digadaikan.

Kendaraan tersebut kemudian dikembalikan kepada korban dalam kondisi yang dapat diterima oleh pihak yang dirugikan.

Selain itu, korban telah memberikan maaf secara tulus kepada tersangka tanpa syarat dan menyatakan tidak keberatan apabila perkara tersebut diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif.

Hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses penilaian perkara.

Pendekatan restorative justice dinilai dapat mencegah terjadinya konflik berkepanjangan yang berpotensi merusak hubungan keluarga di kemudian hari.

Berdasarkan hasil ekspose yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah bersama Direktorat Oharda JAM PIDUM Kejaksaan RI, perkara tersebut dinilai telah memenuhi syarat formil dan materil untuk diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif.

Tersangka diketahui baru pertama kali melakukan tindak pidana, mengakui kesalahannya, menyesali perbuatannya, serta telah memperoleh maaf dari korban.

Selain itu, tersangka juga telah memulihkan keadaan dan mengganti kerugian yang timbul akibat tindak pidana yang dilakukannya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Banggai disetujui. Persetujuan tersebut menjadi bukti komitmen Kejaksaan dalam mengimplementasikan penegakan hukum modern yang mengedepankan hati nurani, rasa keadilan, serta kemanfaatan hukum bagi masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Madani Luncurkan BESTI, Perluas Akses Layanan Kesehatan Jiwa di Sulawesi Tengah
Wagub Sulteng Ajak Masyarakat Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pap Smear Gratis
Polsek Lore Utara Bersama TNI dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Wuasa
SAT SAMAPTA POLRES POSO GELAR PATROLI DIALOGIS, AJAK WARGA BERSAMA JAGA KAMTIBMAS
Polres Poso Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Tinombala 2026 Resmi Dimulai
Operasi Gabungan di Poso, Tujuh Orang Terindikasi Positif Narkotika
Polres Poso Serahkan 20 Penyalahguna Narkoba ke BNNK untuk Jalani Rehabilitasi
Wakapolres Poso Pimpin Pengaturan Lalu Lintas Pagi, Wujudkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

RSUD Madani Luncurkan BESTI, Perluas Akses Layanan Kesehatan Jiwa di Sulawesi Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Wagub Sulteng Ajak Masyarakat Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pap Smear Gratis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Polsek Lore Utara Bersama TNI dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Wuasa

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:36 WIB

SAT SAMAPTA POLRES POSO GELAR PATROLI DIALOGIS, AJAK WARGA BERSAMA JAGA KAMTIBMAS

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Polres Poso Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Tinombala 2026 Resmi Dimulai

Berita Terbaru