
Buol, Sulawesi Tengah – Tadulakonews.com – Personel SAR Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah terus menunjukkan dedikasinya dalam mendukung penanganan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Buol.
Selain terlibat dalam proses evakuasi serta pembersihan material bangunan yang rusak akibat gempa, personel Brimob juga aktif memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan trauma healing yang menyasar anak-anak di lokasi pengungsian.
Kegiatan ini bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang masih mengalami ketakutan dan trauma setelah bencana.
Pendekatan yang digunakan dilakukan secara humanis melalui berbagai permainan edukatif dan interaktif yang mampu menciptakan suasana penuh keceriaan.
Personel Brimob mengajak anak-anak bermain bersama dengan penuh keakraban sehingga mereka merasa lebih nyaman dan perlahan melupakan pengalaman yang menegangkan.
Berbagai permainan dirancang agar anak-anak dapat kembali tertawa, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri.
Suasana hangat dan penuh semangat tampak selama kegiatan berlangsung, di mana anak-anak mengikuti setiap permainan dengan antusias.
Untuk menambah semangat peserta, personel Brimob juga menyiapkan hadiah-hadiah sederhana bagi anak-anak yang berpartisipasi.
Meskipun bernilai sederhana, hadiah tersebut disambut dengan penuh kegembiraan oleh anak-anak di lokasi pengungsian.
Tawa dan senyum yang kembali menghiasi wajah mereka menjadi bukti bahwa kegiatan trauma healing mampu menghadirkan suasana yang lebih positif.
Danki 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, AKP Suharyono, mengatakan bahwa pemulihan psikologis anak-anak merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus agar dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Ia menegaskan kehadiran personel Brimob di lokasi bencana tidak hanya untuk membantu penanganan secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral serta semangat kepada masyarakat terdampak.
Melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan secara berkelanjutan, SAR Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa penanganan bencana harus mencakup pemulihan infrastruktur sekaligus pemulihan psikososial masyarakat.
Diharapkan kegiatan tersebut mampu mengurangi dampak psikologis yang dialami para penyintas, khususnya anak-anak, sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, percaya diri, dan penuh harapan.

