Tadulakonews.com – Personel Polsek Balantak, Polres Banggai, memediasi permasalahan yang terjadi antara dua warga di Desa Tanotu, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Kamis (11/6/2026).
Mediasi dilakukan setelah terjadi keributan yang dipicu oleh suara musik dengan volume keras yang diputar hingga larut malam.
Kapolsek Balantak AKP Teddy Polii menjelaskan bahwa permasalahan bermula ketika seorang warga berinisial SS (23) merasa terganggu dengan suara musik yang diputar oleh tetangganya, MI (52).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut laporan, musik tersebut diputar dengan volume tinggi hingga sekitar pukul 01.00 Wita.
Karena merasa terganggu, SS kemudian mendatangi MI dan meminta agar volume musik dikecilkan.
Namun, teguran tersebut justru memicu percekcokan antara keduanya.
Adu mulut yang terjadi semakin memanas hingga berujung pada tindakan saling emosi.
Dalam insiden tersebut, MI diketahui mendorong SS hingga terjatuh ke tanah.
Tidak terima atas tindakan tersebut, SS kemudian melakukan penganiayaan terhadap MI.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, Bhabinkamtibmas Polsek Balantak Bripka Yakub Ibrahim segera mengambil langkah dengan menginisiasi musyawarah antara kedua belah pihak.
Proses mediasi dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis guna mencari solusi terbaik bagi para pihak yang berselisih.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan agar kedua warga tidak mengulangi perbuatannya serta selalu menjaga hubungan baik antar tetangga.
Setelah melalui pembahasan bersama, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
“Kami hadir untuk memberikan solusi, bukan hanya penindakan. Pentingnya hidup rukun dan damai serta sikap tenggang rasa harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar AKP Teddy Polii.
Mediasi berakhir dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama yang menyatakan kedua pihak sepakat berdamai dan tidak menyimpan dendam atas kejadian yang telah terjadi.


