
Tadulakonews.com – FKUB SULTENG – Puncak perayaan seremonial satu abad berdirinya Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps 1 Palu (1926–2026) berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan lintas iman.
Jajaran pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah hadir langsung memenuhi undangan dalam acara yang digelar di Hotel Marry Glow, Jalan Pattimura, Kota Palu, pada Kamis 25 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Delegasi dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, didampingi Sekretaris Umum FKUB Sulteng, Dr. H. Muh Munif Godal, MA, serta jajaran pengurus FKUB Sulteng lainnya.
Kehadiran para tokoh penting ini menjadi bukti nyata indahnya rajutan toleransi yang telah mengakar kuat di Bumi Tadulako.
Perayaan akbar seratus tahun ini mengusung tema yang sarat makna yakni “Perjalanan Anugerah Dalam Karya yang Terus Diwariskan”.
Prof. Zainal Abidin memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi pelayanan Bala Keselamatan yang tidak pernah surut selama satu abad di Kota Palu.
Menurutnya, Bala Keselamatan telah berhasil membuktikan bahwa esensi beragama yang paling sejati adalah memberikan kemaslahatan bagi sesama manusia tanpa memandang sekat-sekat perbedaan.
“Selama seratus tahun, jemaat dan para opsir Bala Keselamatan telah mempraktikkan banyak kebaikan yang tidak hanya berhenti di dalam rumah ibadah. Kebaikan itu dipraktikkan melalui Rumah Sakit, pendidikan di sekolah-sekolah, dan kepedulian saat bencana melanda kota ini,” ujar Prof. Zainal Abidin.
Rais Syuriyah PBNU ini menilai bahwa moto internasional BK, “Heart to God, Hand to Man”, telah diimplementasikan secara sempurna di Lembah Palu, sehingga kehadiran gereja ini dinilai sebagai mitra strategis pembangunan dan perekat sosial oleh masyarakat luas, termasuk umat Islam.
Lebih lanjut, Ketua MUI Palu ini menegaskan bahwa keharmonisan yang dirasakan saat ini merupakan buah dari benih inklusivitas yang ditanam oleh para pendahulu, termasuk keterbukaan otoritas Muslim lokal di masa lalu.
Ia berharap tema “Karya yang Terus Diwariskan” benar-benar menjadi pemantik bagi generasi muda untuk menjaga kehidupan yang harmonis ini agar tidak meredup.
“Bala Keselamatan adalah salah satu pilar penting yang ikut merawat kebinnekaan di Palu. Tugas kita hari ini adalah memastikan bahwa warisan hidup berdampingan secara damai ini terus mengalir ke anak cucu kita,” tambah Prof. Zainal.
Di tempat yang sama, Sekretaris Umum FKUB Sulteng, Dr. H. Muh Munif Godal, MA, turut menyampaikan rasa bahagianya atas sinergi positif yang selama ini terjalin erat antara FKUB dan para pemimpin jemaat Bala Keselamatan dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di Sulawesi Tengah. ***

