
Tadulakonews.com – BERAU – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seiring tren penurunan harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah melakukan perhitungan secara menyeluruh sebelum memutuskan apakah harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, akan diturunkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, keputusan tersebut tidak bisa diambil secara tergesa-gesa karena harus mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi di pasar global.
Bahlil mengatakan pihaknya akan menggelar rapat bersama Pertamina serta sejumlah badan usaha penyedia BBM lainnya untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga.
“Kita akan melihat. Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi apabila kondisi harga minyak dunia memang memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian.
“Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” tambahnya.
Meski demikian, Bahlil belum dapat memastikan kapan penurunan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan diberlakukan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina masih menyusun formulasi yang tepat agar kebijakan harga tetap adil bagi konsumen sekaligus mempertimbangkan kondisi pasar.
Ia menjelaskan bahwa harga minyak mentah dunia, termasuk Indonesian Crude Price (ICP), sangat fluktuatif sehingga menjadi tantangan dalam menentukan harga BBM.
“Karena teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun, enggak sampai dua hari naik lagi,” katanya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus berhati-hati agar perubahan harga tidak terlalu sering terjadi dan tetap memberikan kepastian bagi masyarakat.
Bahlil menambahkan, pemerintah berupaya mencari formulasi yang bijaksana agar harga BBM nonsubsidi tidak memberatkan masyarakat yang menggunakannya.
Menurutnya, kelompok pengguna BBM nonsubsidi mencakup sekitar 20 persen dari total konsumsi BBM nasional sehingga kebijakan harga harus mempertimbangkan kepentingan mereka.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan melakukan evaluasi secara berkala sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

