
Tadulakonews.com – Lonjakan jumlah pemudik yang hendak pulang kampung menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah memicu kepadatan di Pelabuhan Rakyat Luwuk.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pengelola dan nakhoda kapal nekat mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tindakan ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan para penumpang selama perjalanan laut.
Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian bersama UPP Kelas II Luwuk, TNI AL, dan Basarnas segera mengambil langkah tegas.
Pengawasan dilakukan secara langsung pada Senin, 16 Maret 2026, guna memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga.
Kasubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk, IPTU James Runtu, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.
Ia menyampaikan bahwa tindakan tegas diberikan kepada pengelola kapal yang mengabaikan faktor keselamatan.
Menurutnya, kenyamanan dan keamanan pemudik harus dijamin agar perjalanan berlangsung tanpa risiko.
Petugas melakukan penyesuaian jumlah penumpang dengan kapasitas kapal yang tersedia.
Langkah ini diterapkan pada KM Tera Sanca dengan tujuan Banggai Kepulauan.
Selain itu, penyesuaian juga dilakukan pada KM Gracelia yang melayani rute ke Taliabo, Maluku Utara.
Untuk mengatasi kelebihan penumpang, pihak terkait menyiapkan kapal cadangan bagi pemudik.
Kapal tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada hari berikutnya guna mengurangi kepadatan.
Tidak menutup kemungkinan, jadwal pelayaran juga akan ditambah jika diperlukan.
Petugas bahkan naik langsung ke atas kapal untuk menghitung jumlah penumpang secara akurat.
Selain itu, pemeriksaan kelengkapan keselamatan seperti jaket pelampung dan kondisi kapal juga dilakukan secara menyeluruh.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kapal laik berlayar dan tidak membawa penumpang melebihi kapasitas, sehingga keselamatan pemudik tetap terjamin. ( Noni )

