Gubernur Anwar Hafid Serap Aspirasi Santri Alkhairaat Morowali, Siapkan Dukungan Pendidikan dan Program 1.000 Dokter

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

MOROWALI – Tadulakonews.com – Suasana peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Madrasah Aliyah dan MTs Alkhairaat, Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, terasa berbeda. Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., tidak hanya hadir untuk mengikuti peringatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, tetapi juga duduk bersama para santri dan guru untuk mendengarkan aspirasi serta harapan mereka tentang masa depan pendidikan, Kamis (22/10/2026).

Bagi Gubernur, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin mendengar langsung kebutuhan para santri, guru, dan pengelola madrasah agar aspirasi mereka dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pemerintah.

“Saya sengaja datang ke sini bukan hanya untuk mengikuti kegiatan yang formal. Saya ingin mendengarkan langsung apa harapan para santri dan guru terhadap pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Apa yang menjadi kebutuhan dan harapan adik-adik semua, silakan disampaikan,” ujar Anwar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajakan tersebut membuka ruang dialog yang hangat dan interaktif. Para santri menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari peluang kerja di tengah pesatnya perkembangan industri di Morowali, cita-cita melanjutkan pendidikan menjadi dokter, hingga dukungan pemerintah terhadap madrasah dan tenaga pendidiknya.

Salah seorang siswa kelas XII MTs Alkhairaat, Moh. Rahyan, mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Morowali.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat lokal mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah membangun fasilitas pelatihan kerja serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK).

Menurut Anwar, generasi muda perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, ia mengingatkan para siswa agar tidak terburu-buru meninggalkan pendidikan hanya karena ingin segera bekerja.

“Adik-adik jangan dulu berpikir hanya tentang pekerjaan. Teruslah belajar dan kalau bisa lanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Pendidikan dan keterampilan akan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan,” pesannya.

Ia menegaskan, kemajuan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM daerah. Generasi muda Sulawesi Tengah perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang, memperoleh pendidikan yang baik, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan berkontribusi bagi daerahnya sendiri.

Aspirasi lainnya disampaikan Novinur Tania, siswi kelas XII Madrasah Aliyah Alkhairaat Wosu. Ia mengungkapkan cita-citanya menjadi dokter sekaligus meminta arahan dan dukungan pemerintah melalui program Berani Cerdas agar kelak dapat mengabdi kepada masyarakat.

Menanggapi harapan tersebut, Gubernur menyampaikan rencana pemerintah untuk mengembangkan program 1.000 dokter pada 2027. Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

“Kalau memang bercita-cita menjadi dokter, teruslah belajar dan persiapkan diri dari sekarang. Jangan menyerah sebelum mencoba. Pemerintah ingin anak-anak Sulawesi Tengah punya kesempatan untuk meraih cita-citanya dan nantinya kembali mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain peluang pendidikan dan pekerjaan, dukungan terhadap madrasah juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Kepala Madrasah, Amin Koyo, S.Pd.I., berharap kebijakan bantuan pendidikan yang selama ini dirasakan siswa sekolah umum dapat menjangkau madrasah. Ia juga menyampaikan kebutuhan rehabilitasi bangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Sementara itu, guru sekaligus pembina santri, Izzat Nursaini, berharap para pendidik madrasah memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai, termasuk dalam pengembangan kapasitas serta peningkatan kualitas pendidikan bagi guru dan pembina santri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa mulai tahun depan pemerintah menargetkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dapat menjangkau sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Ia juga menyebutkan bahwa Madrasah Aliyah telah memperoleh akses terhadap program Berani Cerdas.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses bantuan pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh peserta didik, termasuk para santri di madrasah.

Di hadapan para siswa, Anwar juga berbagi kisah perjalanan hidup dan kariernya. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan modal penting untuk mengubah kehidupan sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

“Pendidikan adalah modal utama untuk mengubah kehidupan. Jangan pernah merasa bahwa keadaan kita hari ini menentukan masa depan kita. Terus belajar, bekerja keras, dan percaya bahwa dengan usaha serta doa, kita bisa meraih apa yang dicita-citakan,” pesannya.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemimpin daerah. Berbagai pertanyaan dan harapan yang disampaikan mencerminkan besarnya keinginan generasi muda untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, kesempatan kerja yang luas, serta dukungan dalam meraih cita-cita.

Bagi pemerintah, aspirasi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana membuka kesempatan bagi setiap anak untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui dialog langsung dengan para santri dan tenaga pendidik, diharapkan kebijakan pemerintah dapat semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran pendidikan madrasah dalam mencetak generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

(Biro Administrasi Pimpinan)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenal Pamit Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU Habibi Resmi Lanjutkan Kepemimpinan IPTU I Made Deva
Kajati Sulteng Zullikar Tanjung Kunjungi Kejari Donggala, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Peringati Hari Korps Brimob Polri ke-81, Batalyon B Pelopor Poso Gelar Hipnoterapi bagi 137 Peserta
Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Pembentukan Satgas Terpadu untuk Optimalkan PAD di Morowali dan Morowali Utara
IPTU Habibi Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Poso, Gantikan IPTU I Made Deva Dwi Wiguna
Polsek Lore Utara Bersama Tim Gabungan Tangani Karhutla Seluas 100 Hektare di Watutau
Polres Poso Gelar Commander Wish, Perkuat Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik
PENCURIAN KABEL KEMBALI TERJADI DI MATALALANG, 300 METER KABEL TAMBak RAIB
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Kenal Pamit Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU Habibi Resmi Lanjutkan Kepemimpinan IPTU I Made Deva

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kajati Sulteng Zullikar Tanjung Kunjungi Kejari Donggala, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Anwar Hafid Serap Aspirasi Santri Alkhairaat Morowali, Siapkan Dukungan Pendidikan dan Program 1.000 Dokter

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Peringati Hari Korps Brimob Polri ke-81, Batalyon B Pelopor Poso Gelar Hipnoterapi bagi 137 Peserta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Pembentukan Satgas Terpadu untuk Optimalkan PAD di Morowali dan Morowali Utara

Berita Terbaru