POSO – Tadulakonews.com – Dalam rangka melaksanakan program prioritas Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolsek Pamona Barat, IPTU I Made Suparta, bersama tiga personel lainnya melaksanakan kegiatan Minggu Kasih sekaligus pengamanan ibadah Minggu di Gereja Syalom Meko, Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Pamona Barat.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja guna memastikan kelancaran aktivitas jemaat yang mengikuti ibadah. Kehadiran petugas juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama menjalankan kegiatan keagamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melakukan pengamanan, Kapolsek Pamona Barat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sosialisasi mengenai pencegahan bullying atau perundungan. Sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan saling menghormati.
Dalam penyampaiannya, IPTU I Made Suparta menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap korban. Ia menerangkan bahwa perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal, fisik, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying.
Menurutnya, perilaku bullying tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, kesehatan mental, serta kehidupan sosial korban. Oleh sebab itu, diperlukan kepedulian bersama untuk mencegah dan menangani tindakan perundungan sejak dini.
Kapolsek juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar, agar lebih peka terhadap perilaku perundungan. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik serta menanamkan nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan saling menghargai sejak usia dini.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama pendeta, pengurus gereja, dan jemaat. Melalui dialog tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan itu, sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau dikenal dengan sebutan knalpot “bogar”. Kebisingan yang ditimbulkan dinilai mengganggu ketenangan masyarakat, termasuk saat pelaksanaan ibadah dan waktu istirahat.
Selain persoalan knalpot bising, masyarakat juga meminta adanya pengawasan dan pengawalan terhadap anak-anak sekolah pada jam pulang. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pelajar di jalan raya sekaligus mencegah perilaku berkendara yang berisiko.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan aktivitas sejumlah pemuda yang berkumpul dan bermain biliar hingga larut malam di sekitar area samping Indomaret. Warga berharap kepolisian meningkatkan patroli malam dan memberikan teguran apabila aktivitas tersebut mulai mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, IPTU I Made Suparta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan keluhan dan harapan secara terbuka. Ia menegaskan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan sarana bagi kepolisian untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan patroli dan pengaturan lalu lintas untuk menindaklanjuti aspirasi warga, termasuk terkait penggunaan knalpot bising dan kebutuhan pengawasan keselamatan pelajar saat pulang sekolah. Menurutnya, kenyamanan masyarakat dan keselamatan anak-anak merupakan hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Terkait aktivitas pemuda yang bermain biliar hingga larut malam, Polsek Pamona Barat akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Petugas akan mengedepankan pendekatan humanis melalui imbauan dan teguran, serta melakukan langkah penegakan aturan atau pembinaan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
Kapolsek juga menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua untuk mengawasi perilaku anak-anak saat berkendara maupun beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, sinergi seluruh unsur masyarakat sangat diperlukan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati ketertiban umum.
Menutup kegiatan tersebut, IPTU I Made Suparta menyampaikan terima kasih kepada jemaat Gereja Syalom Meko atas sambutan hangat serta berbagai masukan yang diberikan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Pamona Barat apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Pamona Barat berharap komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara bersama-sama. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga wilayah Pamona Barat agar tetap aman, damai, dan kondusif, sejalan dengan semangat bahwa polisi hadir untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.





