POSO – Tadulakonews.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan kerja ke lokasi rencana pembangunan Jembatan Kabose di Kabupaten Poso, Kamis (15/10). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan lahan dan perencanaan teknis sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Sulawesi Tengah serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Peninjauan ini bertujuan memastikan rencana kelanjutan pembangunan Jembatan Kabose dipersiapkan secara matang, baik dari aspek teknis, administrasi, maupun dukungan pendanaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jembatan Kabose yang menghubungkan Kelurahan Kayamanya dan Kelurahan Bonesompe merupakan salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat di Kabupaten Poso. Keberadaan jembatan ini diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh, memperlancar arus lalu lintas, serta memudahkan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai target serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Komitmen untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Kabose juga menjadi perhatian dalam rangkaian kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso, termasuk dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-131 Kabupaten Poso.
Dalam kesempatan tersebut, rencana penyelesaian jembatan turut dibahas bersama Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang, sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memandang Jembatan Kabose sebagai sarana penting untuk mendukung kelancaran transportasi sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Kabupaten Poso.
Selama ini, pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena belum sepenuhnya tuntas. Oleh karena itu, upaya melanjutkan proyek ini diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap penyelesaian infrastruktur yang telah lama dinantikan.
Pendanaan Direncanakan Mulai 2027

Kelanjutan pembangunan Jembatan Kabose direncanakan melalui sinergi pendanaan antara Pemerintah Kabupaten Poso dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam rencana tersebut, dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah diproyeksikan mulai dialokasikan pada tahun anggaran 2027.
Pendanaan direncanakan menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) atau kontrak tahun jamak. Melalui skema ini, pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Dengan skema tersebut, penyelesaian pembangunan bentang utama Jembatan Kabose ditargetkan pada awal 2029.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan pembangunan. Persiapan itu meliputi pematangan desain teknis, kesiapan lahan, serta penyelesaian tahapan administrasi sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Diharapkan Jadi Ikon Baru Kabupaten Poso
Apabila terealisasi sesuai rencana, Jembatan Kabose tidak hanya menjadi penghubung antara Kelurahan Kayamanya dan Kelurahan Bonesompe, tetapi juga berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Poso.
Dari sisi ekonomi, peningkatan aksesibilitas diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, mendukung aktivitas perdagangan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, keberadaan jembatan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang melalui efisiensi waktu perjalanan dan kemudahan akses menuju berbagai pusat kegiatan di wilayah Poso.
Melalui semangat Berani Lancar dan Sulteng Nambaso, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Peninjauan lokasi Jembatan Kabose menjadi bagian dari upaya mematangkan rencana pembangunan tersebut. Pemerintah berharap proyek ini dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang direncanakan, dengan dukungan anggaran dan koordinasi lintas pemerintah, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Poso.
( Faisal )





