
Tadulakonews.com – Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah Kapolsek Ampibabo, IPTU Safrin H. Abdullah, yang dilaksanakan secara kedinasan pada Minggu (15/3/2026) pukul 15.30 WITA di BTN Lasoasi, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Upacara penghormatan terakhir kepada almarhum berlangsung khidmat dan penuh rasa kehilangan. Keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok perwira yang dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi upacara dipimpin oleh Kabag SDM Polres Parigi Moutong, Kompol I Gusti Nyoman Suarta, SH, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Intel Polsek Mantikulore, IPDA Ahmad Yani.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Setiap tahapan upacara dilaksanakan sesuai dengan tata cara kedinasan sebagai bentuk penghargaan institusi kepada almarhum.
Ratusan personel Polres Parigi Moutong turut hadir dalam barisan upacara. Mereka berdiri tegap mengikuti jalannya prosesi sebagai simbol penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kehadiran para personel tersebut mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam. Almarhum dikenal sebagai sosok Bhayangkara yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Barisan penghormatan yang mengiringi prosesi menjadi simbol penghargaan institusi Polri atas pengabdian almarhum selama bertugas. Dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan tugasnya.
Selama bertugas, IPTU Safrin H. Abdullah dikenal sebagai perwira yang aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia juga dikenal dekat dengan masyarakat di wilayah tugasnya.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu perwira terbaik di jajarannya.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap institusi Polri. Komitmennya dalam menjalankan tugas menjadi teladan bagi anggota lainnya.
Ia juga menilai almarhum sebagai perwira yang disiplin serta penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kepergian IPTU Safrin H. Abdullah, lanjut Kapolres, merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri, khususnya Polres Parigi Moutong.
Kapolres juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap seluruh amal pengabdian almarhum menjadi ladang pahala.
Selain itu, Kapolres turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah ini menjadi bentuk penghormatan terakhir dari institusi Polri atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai Bhayangkara negara.
Kepergian IPTU Safrin H. Abdullah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polres Parigi Moutong dan masyarakat. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai polisi yang humanis, tegas, serta selalu hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

