
Tadulakonews.com – Parigi Moutong – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil penumpang dan sepeda motor yang bertabrakan di ruas jalan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kejadian itu, satu orang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu merupakan Toyota Avanza 1.3 E M/T warna hitam bernomor polisi DN 1423 K.
Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Ridwan Sambayang (54), seorang aparatur sipil negara yang merupakan warga Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi.
Sementara kendaraan roda dua yang terlibat adalah sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam bernomor polisi DN 6103 PS.
Sepeda motor tersebut dikendarai oleh Mulfadianti (36), seorang karyawan honorer asal Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar.
Berdasarkan kronologis kejadian, mobil Avanza datang dari arah selatan menuju utara di ruas Jalan Trans Sulawesi.
Pada saat yang bersamaan, sepeda motor Nmax melaju dari arah berlawanan, yakni dari utara menuju selatan.
Ketika tiba di lokasi kejadian di Desa Posona, kedua kendaraan tersebut berusaha menghindari lubang yang terdapat di badan jalan.
Manuver menghindari lubang dilakukan hampir bersamaan oleh kedua pengendara.
Akibatnya, kedua kendaraan tidak dapat menghindari tabrakan yang terjadi di tengah jalan.
Benturan keras menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh dari kendaraannya.
Korban kemudian terpental sejauh kurang lebih lima meter hingga masuk ke semak-semak di pinggir jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka berat di beberapa bagian tubuh.
Korban mengalami luka robek pada bagian pelipis sekitar tujuh sentimeter serta luka robek pada punggung kaki kanan.
Selain itu, korban juga mengalami patah pada tangan kiri serta luka pada jempol kaki kiri.
Korban juga dilaporkan mengeluarkan darah dari kedua telinga akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut.
Petugas yang datang ke lokasi kemudian memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.
Sementara itu, pengemudi mobil Avanza dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Seorang saksi mata, Mahmud (49), warga Desa Posona, menyebut kecelakaan itu terjadi sangat cepat.
Menurutnya, kedua kendaraan sama-sama berusaha menghindari lubang di badan jalan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Kapolsek Kasimbar IPDA Komang Sukania mengatakan pihaknya segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Personel kepolisian langsung melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara awal serta mengecek kondisi korban.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Kapolsek Kasimbar menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan lalu lintas tersebut.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Terutama saat melintasi ruas jalan yang memiliki kondisi rusak atau berlubang.
Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan tetap fokus saat berkendara.
Hal tersebut penting agar pengendara dapat mengantisipasi potensi bahaya di jalan raya.
Pihak kepolisian berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan.
Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama saat berada di jalan raya.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, diharapkan kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa dapat dicegah.

