Praperadilan Ditolak, PN Poso Nyatakan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Sawit oleh Polres Morowali Utara Sah

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Poso – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah melalui Bidang Hukum (Bidkum) menghadiri sidang pembacaan putusan praperadilan Nomor: 7/Pid.Pra/2026/PN Pso yang digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri Poso pada Rabu (8/7/2026).

Permohonan praperadilan diajukan oleh Jemi Mamma melalui kuasa hukumnya, Royal Langgeroni, S.H., M.H., terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam perkara dugaan memanen buah kelapa sawit secara tidak sah dan/atau pencurian buah kelapa sawit milik PT NGL. Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Januari 2026 di Blok J.51, Divisi I, areal Perkebunan Inti Kelapa Sawit PT NGL, Desa Peleru, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara.

Dalam persidangan, Tim Kuasa Hukum Termohon dari Bidkum Polda Sulteng dipimpin langsung oleh Kabidkum Polda Sulteng, Kombes Pol Andrie Satiagraha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidang dipimpin oleh Hakim Tunggal Arga Febrian, S.H., M.H., dengan Panitera Pengganti Dwi Hartini, S.H., M.H.

Pihak Pemohon terdiri dari Jemi Mamma, Jon Mamma, dan Arsit Dalmas Melubu. Sementara pihak Termohon adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia cq Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah cq Kepala Kepolisian Resor Morowali Utara cq Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Morowali Utara.

Dalam amar putusannya, Hakim Tunggal menolak seluruh permohonan praperadilan Pemohon serta membebankan biaya perkara kepada Pemohon sebesar nihil.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa dalil Pemohon yang menyebut tidak pernah melakukan tindak pidana pencurian merupakan materi yang harus dibuktikan dalam pemeriksaan pokok perkara, bukan melalui mekanisme praperadilan.

Hakim juga menegaskan bahwa praperadilan tidak memiliki kewenangan untuk menilai benar atau tidaknya keterangan saksi yang dihadirkan para pihak. Penilaian terhadap substansi keterangan saksi sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim dalam sidang pokok perkara.

“Ruang lingkup praperadilan hanya sebatas menguji keabsahan tindakan penyidik, termasuk legalitas perolehan alat bukti,” ujar Hakim Tunggal.

Selain itu, hakim menilai proses pemeriksaan ahli yang dilakukan penyidik telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), dilengkapi surat tugas, serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hakim juga menyimpulkan bahwa penetapan tersangka oleh penyidik telah didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah. Bahkan, dalam perkara ini penyidik berhasil mengumpulkan tiga alat bukti, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, dan barang bukti yang diperoleh secara sah.

Berdasarkan fakta persidangan, Termohon dinilai mampu membuktikan bahwa penetapan tersangka telah memenuhi ketentuan hukum acara pidana.

Menanggapi putusan tersebut, Kabidkum Polda Sulteng Kombes Pol Andrie Satiagraha mengatakan putusan hakim menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan yang dilakukan penyidik Polres Morowali Utara telah berjalan sesuai prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku.

“Putusan hakim yang menolak seluruh permohonan praperadilan menunjukkan bahwa tindakan penyidik dalam menetapkan tersangka telah memenuhi ketentuan hukum, dilakukan secara profesional, prosedural, dan didasarkan pada alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam KUHAP serta putusan Mahkamah Konstitusi terkait penetapan tersangka,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bidkum Polda Sulteng akan terus memberikan pendampingan hukum kepada seluruh jajaran agar setiap proses penegakan hukum berjalan sesuai asas profesionalitas, akuntabilitas, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Kami berharap putusan praperadilan ini dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polri. Selanjutnya, hakim memerintahkan agar perkara para Pemohon dapat dilanjutkan oleh Termohon, yakni penyidik Polres Morowali Utara, hingga pemeriksaan pokok perkara di sidang peradilan umum sehingga seluruh fakta hukum dapat diuji secara objektif di persidangan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Kaltim Pimpin Pemberangkatan 190 Personel Brimob II untuk BKO ke Kalbar
PAN Tolitoli Targetkan Kursi Pimpinan DPRD
Prof. Zainal Abidin Berharap Muktamar ke-35 NU Perkuat Persatuan dan Kontribusi Kebangsaan
Mobil Masuk Kawasan Terlarang, Toyota Fortuner Terperosok di Wisata Paralayang Wayu
Toyota Rush Terjun ke Jurang 20 Meter di Bengalon, Pengemudi Selamat
Polda Kaltim Perkuat Sinergi Hadapi Potensi Karhutla di Kalimantan Timur
Dua Pria Diamankan Polisi Terkait Dugaan Pencurian Tenda Kerucut di Palu
Polisi Penolong Satpolairud Polres Touna Bantu Warga di Pelabuhan Uesampole
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Kapolda Kaltim Pimpin Pemberangkatan 190 Personel Brimob II untuk BKO ke Kalbar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:00 WIB

PAN Tolitoli Targetkan Kursi Pimpinan DPRD

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Prof. Zainal Abidin Berharap Muktamar ke-35 NU Perkuat Persatuan dan Kontribusi Kebangsaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Mobil Masuk Kawasan Terlarang, Toyota Fortuner Terperosok di Wisata Paralayang Wayu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Toyota Rush Terjun ke Jurang 20 Meter di Bengalon, Pengemudi Selamat

Berita Terbaru

Daerah

PAN Tolitoli Targetkan Kursi Pimpinan DPRD

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:00 WIB