POSO – Tadulakonews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Lore Utara berhasil mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan terapung di hulu Sungai Dongi-dongi, Dusun Dongi-dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.
Penemuan jenazah tersebut dilaporkan pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, oleh seorang warga bernama Demo (27), yang saat itu sedang mencari ikan di sekitar lokasi kejadian.
Melihat kondisi medan yang sulit dan waktu yang sudah larut malam, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan. Evakuasi baru dilaksanakan pada Jumat siang, 23 Oktober 2026, oleh personel Polsek Lore Utara bersama masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses evakuasi dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lore Utara, Ipda Budianto. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke Puskesmas Wuasa untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Palu guna menjalani pemeriksaan forensik.
Melalui koordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Poso, petugas menggunakan alat Identifikasi Portable System (IPS) untuk mengungkap identitas korban. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, korban diketahui bernama Tarmin (48), warga Dusun 1 Salampengut, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.
Pemeriksaan Visum et Repertum yang dilakukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menunjukkan bahwa kondisi jenazah telah mengalami pembusukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua minggu sebelum ditemukan.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili Firdaus pada Sabtu sore untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya.
Kapolsek Lore Utara, AKP Thamrin Samuda, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan forensik, dugaan awal mengarah pada kecelakaan yang berkaitan dengan kondisi alam dan kemungkinan kelalaian individu.
Menurutnya, kondisi geografis di hulu Sungai Dongi-dongi cukup berbahaya karena medan yang terjal serta banyaknya bebatuan licin. Situasi tersebut diduga dapat menyebabkan seseorang terpeleset dan terjatuh ketika beraktivitas di sekitar sungai.
“Berdasarkan hasil penyelidikan di TKP dan visum, kami menduga almarhum Tarmin mengalami kecelakaan tunggal saat berada di hutan. Kondisi medan di hulu Sungai Dongi-dongi sangat terjal dengan banyak bebatuan licin,” ujar AKP Thamrin Samuda.
Ia menjelaskan, korban kemungkinan terpeleset, terjatuh, kemudian kehilangan kesadaran hingga tenggelam atau meninggal dunia akibat cedera yang dialaminya. Karena korban diketahui pergi seorang diri, tidak ada orang lain di lokasi yang dapat segera memberikan pertolongan.
Kapolsek menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun dugaan tindak pidana yang melibatkan orang lain dalam peristiwa tersebut.
Selain menjelaskan perkembangan penanganan kasus, AKP Thamrin Samuda juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Tarmin atas musibah yang terjadi.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Tarmin. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, khususnya para pencari ikan atau petani yang sering masuk ke hutan, untuk selalu berhati-hati,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kondisi alam, terutama ketika memasuki kawasan hutan dan sungai yang memiliki medan terjal, bebatuan licin, serta berpotensi mengalami peningkatan debit air saat musim hujan.
AKP Thamrin juga mengimbau warga agar menghindari aktivitas seorang diri di lokasi yang rawan kecelakaan. Jika terpaksa bepergian sendiri, masyarakat diminta memberi tahu keluarga mengenai tujuan, rute perjalanan, serta perkiraan waktu kembali agar keberadaannya dapat diketahui.
Sebagai langkah pencegahan, Polsek Lore Utara akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat melalui peran Bhabinkamtibmas. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap risiko keselamatan saat beraktivitas di kawasan hutan dan sungai.
Proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung lancar dan khidmat. Dengan diserahkannya jenazah untuk dimakamkan, penanganan penemuan jenazah tersebut oleh Polsek Lore Utara memasuki tahap akhir, sementara masyarakat diimbau menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.





