
Tadulakonews.com – Kebakaran melanda tempat penggilingan padi (huller) milik I Nyoman Darmawan (47), warga Desa Bantayan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, pada Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian bangunan penggilingan padi beserta sejumlah gabah kering yang tersimpan di dalam gudang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Banggai AKBP Wayan Wayracana Aryawan melalui Kapolsek Luwuk AKP Muh. Asdar menjelaskan, kobaran api pertama kali terlihat dari dalam area penggilingan padi.
Saat diketahui, api sudah dalam kondisi membesar sehingga sulit dikendalikan.
Besarnya kobaran api dipicu oleh banyaknya gabah kering yang tersimpan di lokasi kejadian.
Akibat kebakaran tersebut, mesin penggiling padi ikut terbakar.
Selain itu, sekitar 30 persen dari total 1.430 sak gabah kering yang berada di gudang tidak dapat diselamatkan.
Petugas dan warga berupaya melakukan penyelamatan terhadap gabah yang masih tersisa.
Sebanyak 70 persen gabah kering berhasil diselamatkan dari amukan api.
Namun, gabah yang berhasil dievakuasi tersebut dalam kondisi basah akibat proses pemadaman.
Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada penurunan kualitas gabah.
“Sebanyak 70 persen sak gabah kering berhasil diselamatkan. Akan tetapi dalam kondisi basah sehingga akan berpengaruh pada penurunan kualitas,” ujar AKP Muh. Asdar.
Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp500 juta.
Gabah yang tersimpan di gudang tersebut diketahui milik sejumlah warga yang dititipkan untuk digiling maupun disimpan sementara.
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Luwuk langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

