Karhutla Kembali Terjadi di Lantojaya, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

POSO – Tadulakonews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, tepatnya di area perkebunan kelapa milik warga di Desa Lantojaya, Selasa (8/9/2026). Kebakaran tersebut sempat meluas akibat kondisi kemarau panjang yang disertai angin kencang.

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Poso Pesisir, AKP Fathurrahman, S.H., langsung memimpin personel piket bersama unsur TNI dari Koramil 1307-09/Poso Pesisir, Kepala Desa Lantojaya, serta perangkat desa untuk melakukan upaya pemadaman awal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran terjadi di titik koordinat S1,404067 E120,707138, yang merupakan lahan perkebunan campuran milik warga. Lahan tersebut ditanami kelapa, alpukat, dan pisang milik Bapak Pandaleke, Bapak Pono, dan Bapak Hasim Belo.

Cuaca kemarau yang cukup panjang ditambah hembusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke area di sekitarnya. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), masing-masing dari Kecamatan Poso Pesisir dan Mako Pemda Poso. Kehadiran armada tersebut membantu mempercepat proses pengendalian api di lokasi.

Selain itu, Unit SAR Brimob Yon B Kie 1 Landangan turut diterjunkan ke lokasi. Tim tersebut membawa satu unit mobil pickup tangki air serta sejumlah peralatan pendukung, termasuk pompa punggung untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dipadamkan.

Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. Sebanyak lima personel Polsek Poso Pesisir, 12 personel Brimob, delapan personel TNI, delapan personel Damkar, serta 15 warga masyarakat bahu-membahu memadamkan api.

Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh personel gabungan bersama masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas juga melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Berdasarkan hasil inventarisasi sementara, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp70 juta. Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia di tengah kondisi musim kemarau panjang yang membuat lahan mudah terbakar.

Kapolsek Poso Pesisir AKP Fathurrahman, S.H., mengatakan kejadian tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pasalnya, kebakaran lahan di Desa Lantojaya tercatat sudah terjadi sebanyak lima kali sejak Agustus hingga September 2026.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari seluruh unsur, mulai dari TNI, Damkar, Brimob, hingga masyarakat Desa Lantojaya yang bahu-membahu memadamkan api,” ujar AKP Fathurrahman.

Namun, ia menyayangkan masih terjadinya kebakaran lahan yang diduga dipicu oleh kelalaian manusia. Menurutnya, kerugian sekitar Rp70 juta bukanlah jumlah yang kecil bagi para petani dan sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih mematuhi larangan pembakaran lahan secara terbuka, khususnya saat musim kemarau.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meskipun api telah berhasil dipadamkan. Sisa bara api dapat kembali memicu munculnya titik api apabila tidak dilakukan pengawasan secara menyeluruh. Personel Polsek Poso Pesisir akan terus melakukan monitoring di lokasi hingga benar-benar dinyatakan aman.

“Kami juga sedang mendalami penyebab awal kebakaran ini dan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja membakar lahan sehingga merugikan orang lain dan merusak lingkungan,” tegasnya.

Ke depan, Polsek Poso Pesisir berkomitmen meningkatkan patroli serta edukasi kepada masyarakat bersama Pemerintah Desa dan Bhabinkamtibmas. “Mari kita jaga bersama aset perkebunan dan lingkungan Desa Lantojaya. Kepatuhan terhadap hukum dan kesadaran kolektif adalah kunci utama untuk memutus rantai bencana kebakaran di musim kemarau ini,” pungkas AKP Fathurrahman.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Hipnoterapi bagi 221 WBP Narkotika di Rutan Poso
Polres Poso Gerebek Dua Lokasi Diduga Sarang Narkotika, 10 Orang Diamankan
Polisi Gagalkan Pengiriman 15 Kilogram Sabu yang Diduga Menyasar Samarinda, Tiga Orang Diamankan
Laode Abd Sofian Gagas SIPADU, Permudah Akses Pengaduan Masyarakat di Kejati Sulteng
Pemprov Sulteng Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Morowali Utara
HUT KE-13 MOROWALI UTARA, GUBERNUR ANWAR HAFID AJAK MASYARAKAT PERKUAT KEPEDULIAN SOSIAL DAN JAGA LINGKUNGAN
Polres Poso Gelar Jumat Keliling, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Dewan Adat
Polda Sulteng Amankan 21 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Kayumalue dan Tatanga
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Sambut HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Hipnoterapi bagi 221 WBP Narkotika di Rutan Poso

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Poso Gerebek Dua Lokasi Diduga Sarang Narkotika, 10 Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Polisi Gagalkan Pengiriman 15 Kilogram Sabu yang Diduga Menyasar Samarinda, Tiga Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Laode Abd Sofian Gagas SIPADU, Permudah Akses Pengaduan Masyarakat di Kejati Sulteng

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Pemprov Sulteng Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Morowali Utara

Berita Terbaru