Palu – Tadulakonews.com – Peribahasa “sedia payung sebelum hujan” dinilai tepat untuk menggambarkan pentingnya asuransi sebagai instrumen pengelolaan risiko sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmiadi, S.T., S.H., M.Si., saat menghadiri peringatan Hari Asuransi Nasional 2026 yang digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Palu di halaman Kantor Askrindo, Minggu (20/9).
Dalam sambutannya, Rusmiadi mengatakan Hari Asuransi Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan literasi asuransi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko dalam kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Asuransi bisa menjadi penghilang kekhawatiran terhadap risiko,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan tidak semestinya baru dipikirkan ketika risiko telah terjadi. Kesadaran untuk mempersiapkan proteksi sejak dini justru merupakan salah satu langkah penting dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.
“Mari kita bangun kesadaran bahwa perlindungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi untuk menghadapi masa depan,” ajaknya.
Melalui momentum Hari Asuransi Nasional, ia berharap industri asuransi terus berkembang menjadi sektor yang terpercaya dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga industri asuransi semakin terpercaya, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua AAUI Cabang Palu, Ibnu Rama Hiddan All Edden, mengatakan asuransi semestinya tidak lagi dipandang sebagai produk sekunder apabila masyarakat memahami manfaatnya sebagai salah satu instrumen perlindungan terhadap risiko.
Menurutnya, mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu dijawab oleh industri asuransi melalui edukasi dan peningkatan literasi.
Ia juga berharap peringatan Hari Asuransi Nasional dapat menjadi ruang kolaboratif sehingga industri asuransi dapat turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan engagement (keterlibatan) pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan secara simbolis santunan klaim asuransi kebakaran dengan objek pertanggungan berupa bangunan rumah tinggal.
Acara tersebut turut dihadiri Manajer Madya OJK Sulawesi Tengah Hendrik Benyamin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu Rahmat Mustafa, S.STP., M.Si., serta jajaran manajemen dan karyawan dari 18 perusahaan asuransi umum yang tergabung dalam AAUI Cabang Palu.
(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)





