
Tadulakonews.com – Sulawesi Tengah, 25 Oktober 2026 – Upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan terus dilakukan melalui kegiatan preservasi pada ruas Batui–Toili–Rata–Baturube, Sulawesi Tengah. Pekerjaan ini merupakan bagian dari wilayah kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 di bawah naungan Satuan Kerja Wilayah III. Kegiatan tersebut difokuskan pada pemeliharaan dan peningkatan kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi dengan baik dalam mendukung mobilitas masyarakat.
PPK 3.4, Muhajir, menyampaikan bahwa preservasi jalan dan jembatan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas infrastruktur transportasi. Penanganan yang dilakukan secara terencana diharapkan mampu mempertahankan kondisi jalan dan jembatan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendukung kelancaran arus transportasi antarkawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Preservasi Jalan Capai 94,878 Persen
Pada paket pekerjaan Preservasi Jalan Batui–Toili–Rata–Baturube, nilai kontrak yang dialokasikan mencapai Rp10.712.321.000,00. Hingga periode pelaporan, progres pekerjaan tercatat sebesar 94,878 persen, dengan panjang efektif penanganan mencapai 3,32 kilometer.
Lingkup pekerjaan preservasi jalan mencakup sejumlah jenis penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi teknis di lapangan, meliputi penanganan longsoran, rehabilitasi minor jalan, rehabilitasi mayor jalan, serta rekonstruksi jalan.
Penanganan longsoran menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, khususnya pada bagian jalan yang mengalami gangguan akibat kondisi lereng maupun faktor alam. Pekerjaan ini bertujuan memulihkan fungsi jalan agar dapat digunakan dengan lebih aman serta mendukung kelancaran konektivitas masyarakat.
Sementara itu, rehabilitasi minor dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan dalam skala terbatas. Rehabilitasi mayor ditujukan pada bagian jalan yang membutuhkan perbaikan lebih menyeluruh, sedangkan rekonstruksi jalan dilaksanakan pada bagian yang memerlukan penanganan struktural guna memulihkan kemampuan jalan dalam melayani beban lalu lintas.
Seluruh jenis penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas layanan jalan pada ruas Batui–Toili–Rata–Baturube. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan agar pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal bagi keberlanjutan fungsi infrastruktur.
Preservasi Jembatan Rampung 100 Persen
Selain pekerjaan jalan, paket Preservasi Jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube mencatat nilai kontrak sebesar Rp15.769.461.000,00. Berdasarkan data progres yang disampaikan, pekerjaan ini telah mencapai 100 persen, yang menunjukkan bahwa seluruh lingkup pekerjaan dalam kontrak telah diselesaikan.
Pada paket tersebut, rehabilitasi dilakukan terhadap empat jembatan, yakni Jembatan Sinorang, Mentawa, Makapa 1, dan Rata IV. Total panjang penanganan rehabilitasi pada keempat jembatan tersebut mencapai 341,6 meter.
Rehabilitasi jembatan dilaksanakan untuk memulihkan dan memelihara kondisi konstruksi agar fungsi jembatan tetap terjaga. Infrastruktur jembatan yang terpelihara dengan baik memiliki peran penting dalam menjamin kesinambungan perjalanan pengguna jalan serta mendukung distribusi barang dan jasa di wilayah yang dilayani.
Selain rehabilitasi, pekerjaan preservasi juga mencakup penanganan berkala pada Jembatan Bakung 2 dan Momo 2, dengan total panjang penanganan mencapai 102 meter.
Penanganan berkala merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur jembatan agar kondisinya tetap terjaga. Melalui kegiatan ini, kebutuhan perbaikan dapat ditangani sesuai dengan tingkat kerusakan dan kondisi teknis di lapangan sehingga fungsi jembatan dapat terus mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kolaborasi Menjadi Kunci Kemantapan Infrastruktur
Penyelesaian pekerjaan preservasi jembatan dengan progres 100 persen menjadi salah satu capaian dalam pelaksanaan paket pekerjaan di ruas Batui–Toili–Rata–Baturube. Sementara itu, pekerjaan preservasi jalan yang telah mencapai progres 94,878 persen terus diarahkan menuju penyelesaian sesuai dengan ketentuan kontrak dan persyaratan teknis yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi dan kerja sama yang harmonis antara unsur pelaksana, pengawas, serta pihak terkait memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Komunikasi yang baik diperlukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, sekaligus membantu mengidentifikasi dan menangani kendala yang mungkin muncul di lapangan.
Muhajir selaku PPK 3.4 menempatkan pemeliharaan kualitas infrastruktur sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mendukung pelayanan transportasi yang berkelanjutan. Melalui penanganan jalan dan jembatan secara terarah, konektivitas wilayah diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Ruas Batui–Toili–Rata–Baturube memiliki peran penting dalam menghubungkan kawasan serta mendukung pergerakan masyarakat di Sulawesi Tengah. Kondisi jalan dan jembatan yang terpelihara dengan baik diharapkan dapat memperlancar perjalanan, mendukung distribusi hasil produksi, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan.
Melalui kegiatan Preservasi Jalan dan Jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube, PPK 3.4 di bawah naungan Satuan Kerja Wilayah III terus mendorong pelaksanaan pekerjaan yang mengedepankan koordinasi, ketepatan penanganan, dan pemeliharaan kualitas infrastruktur.
Semangat “Kerja Sama yang Harmonis, Kunci Kemantapan Jalan” menjadi pesan penting bahwa kolaborasi seluruh pihak merupakan salah satu faktor pendukung dalam menjaga kemantapan jalan dan jembatan. Dengan demikian, infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung konektivitas dan pertumbuhan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.





