
Tadulakonews.com – Nabire, 6 April 2026 – tokoh adat sekaligus Kepala Suku Wate, Otis Monei, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang rencana aksi unjuk rasa pada 7 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri rapat koordinasi pengamanan yang berlangsung di Aula Satreskrim Polres Nabire pada Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Otis menekankan bahwa wilayah Nabire merupakan bagian dari adat Suku Wate yang harus dijaga bersama dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan, terutama melalui aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Menurutnya, penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan, selama dilakukan secara damai, tertib, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku.
Otis juga menyoroti pola aksi long march yang dinilai memiliki potensi kerawanan keamanan di sepanjang jalur yang dilalui massa.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, ia menyebut aksi long march kerap memicu gangguan kamtibmas dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
Karena itu, ia menyarankan agar massa aksi berkumpul di titik yang telah ditentukan tanpa harus bergerak menuju pusat kota.
Langkah tersebut dinilai penting guna meminimalisir potensi gesekan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nabire.
Selain itu, Otis menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah siap memfasilitasi kebutuhan massa aksi, termasuk kendaraan dan konsumsi, apabila kegiatan dilakukan secara tertib.
Ia juga menegaskan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Tengah akan bersinergi dengan TNI-Polri dalam mengamankan jalannya kegiatan.
Otis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan dialog dan komunikasi demi menjaga persatuan dan stabilitas kamtibmas di Nabire.

