
POSO – Tadulakonews.com – Guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik, Polsek Lore Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying di SD Negeri (SDN) Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (29/9/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lore Selatan, IPTU I Made Putra Yasa, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Aipda I Wayan Semuel. Kegiatan turut dihadiri Kepala Sekolah Soleman Landa, S.Pd., jajaran guru, serta sekitar 60 siswa-siswi SDN Lengkeka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, IPTU I Made Putra Yasa menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain dan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital atau cyberbullying.
Kapolsek menjabarkan sejumlah bentuk perundungan yang perlu diwaspadai, mulai dari tindakan kekerasan fisik, ejekan terhadap kondisi fisik atau pemberian julukan buruk, pengucilan dari lingkungan pertemanan, hingga penyebaran foto atau video tanpa izin melalui media sosial.
Ia menekankan bahwa bullying bukanlah persoalan sepele karena dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan perkembangan anak. Korban perundungan dapat mengalami rasa takut, tertekan, kehilangan kepercayaan diri, terganggunya proses belajar, serta berbagai dampak psikologis lainnya.
Dalam sesi tanya jawab, para siswa diajak untuk berani berbicara dan melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif dan dalam suasana kondusif. Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya saling menghormati dan menjaga perasaan teman.
Kapolsek Lore Selatan IPTU I Made Putra Yasa, S.H., menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dimulai sejak dini melalui pemahaman bahwa setiap perkataan dan tindakan dapat memberikan dampak terhadap orang lain.
“Bullying bukan sekadar candaan antar teman. Apa yang terlihat sepele, seperti memberi julukan buruk, mengucilkan, atau menyebarkan gosip, dapat meninggalkan luka batin yang mendalam. Kami hadir di SDN Lengkeka untuk membuka mata para siswa bahwa menjadi pemberani bukan berarti berani memukul atau mengejek,” ujar IPTU I Made Putra Yasa.
Menurutnya, keberanian yang sesungguhnya adalah berani membela teman yang diperlakukan tidak baik serta berani mengatakan tidak terhadap perilaku negatif yang dapat merugikan orang lain.
Lebih lanjut, Kapolsek Lore Selatan turut menyoroti bahaya cyberbullying di era digital yang terkadang luput dari pengawasan orang dewasa. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diiringi dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
“Di era sekarang, ancaman tidak hanya ada di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat terjadi melalui media sosial. Penyebaran foto atau pesan yang merugikan orang lain dapat berdampak luas dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, kami mengedukasi siswa agar bijak menggunakan teknologi,” tambahnya.
Ia mengajak para siswa untuk menggunakan media sosial secara positif dan tidak menjadikan teknologi sebagai sarana untuk mengejek, mempermalukan, mengancam, maupun menyakiti teman.
“Jangan gunakan jari-jari kalian untuk menyakiti, gunakanlah untuk hal-hal yang produktif dan mendukung sesama,” pesan IPTU I Made Putra Yasa kepada para siswa.
Menutup pernyataannya, Kapolsek Lore Selatan mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
“Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah Soleman Landa dan seluruh guru SDN Lengkeka atas kolaborasi yang erat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri; kami membutuhkan dukungan orang tua dan guru untuk memantau perilaku anak di rumah dan di sekolah,” pungkasnya.
Ia berharap komunikasi antara siswa, guru, orang tua, dan kepolisian dapat terus terjalin secara terbuka sehingga setiap persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Bersama-sama, seluruh pihak diharapkan mampu mewujudkan generasi Lore Selatan yang disiplin, berempati, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan.




