
Tadulakonews.com – TOUNA – Polres Tojo Una Una terus mengedepankan pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan melalui kegiatan salat berjamaah dan mengaji yang dilaksanakan secara rutin setiap malam usai Salat Magrib di ruang tahanan Mapolres Tojo Una Una.
Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Minggu (5/7/2026) malam dengan diawali Salat Magrib berjamaah yang diikuti para tahanan muslim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai melaksanakan salat, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan.
Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan rohani yang secara konsisten diberikan kepada para tahanan selama menjalani masa penahanan.
Kapolres Tojo Una Una AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Iptu Martono mengatakan, pembinaan tersebut merupakan wujud komitmen Polres dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum.
Menurutnya, pembinaan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter para tahanan.
“Fokus kami tidak hanya pada aspek penegakan hukum semata, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual,” ujar Iptu Martono.
Ia menjelaskan, kegiatan salat berjamaah dan mengaji menjadi sarana bagi para tahanan untuk melakukan introspeksi diri selama menjalani proses hukum.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan ke depan.
“Salat dan mengaji rutin ini adalah upaya nyata kami untuk memberikan para tahanan waktu merefleksikan diri serta menanamkan kembali nilai-nilai kebaikan,” katanya.
Iptu Martono menambahkan, pembinaan rohani juga memberikan dampak positif terhadap situasi di dalam ruang tahanan.
Selain mengurangi kejenuhan, kegiatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih tenang, tertib, dan kondusif bagi seluruh penghuni ruang tahanan.
Ia berharap, pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan dapat menjadi bekal spiritual bagi para tahanan ketika kembali membaur dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa hukumannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis yang selalu ditekankan Kapolres menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program pembinaan tersebut.
“Bapak Kapolres selalu berpesan agar pendekatan kepada para tahanan harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Kami berharap melalui bimbingan rohani ini mereka dapat mengambil pelajaran berharga dan bertekad menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” tutup Iptu Martono.
Melalui program pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara rutin, Polres Tojo Una Una berupaya menghadirkan proses pembinaan yang menyeluruh sehingga para tahanan memiliki bekal moral, mental, dan spiritual yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

