Ketua FKUB Sulteng: Babinsa Punya Peran Strategis Merawat Harmoni dan Keutuhan NKRI

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

PALU – Tadulakonews.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, menegaskan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam merawat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Prof. Zainal Abidin saat memberikan materi dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi puluhan Babinsa Kodim 1306/KP bertema “Merawat Harmoni Bangsa untuk Keutuhan NKRI” yang digelar di Aula Kodim 1306/KP, Senin (28/9) pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Zainal mengatakan, upaya merawat harmoni bangsa harus dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah. Menurutnya, Babinsa sebagai aparat teritorial memiliki peran strategis dalam membangun sikap moderat, adil, dan toleran serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Merawat harmoni bangsa dimulai dari akar rumput. Setiap personel Babinsa adalah teladan (uswah) sikap moderat, adil, dan toleran. Kehadiran Anda adalah jaminan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainal juga memaparkan lima pilar dan strategi merawat kerukunan ala FKUB Sulawesi Tengah, yakni menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling percaya dan memahami, menerapkan moderasi beragama, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pada pilar menerima perbedaan, Prof. Zainal menjelaskan bahwa keragaman merupakan ketentuan Ilahi yang harus disikapi dengan saling mengenal dan menghormati, sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.

Menurutnya, implementasi nilai tersebut dapat dilakukan Babinsa dengan aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibadah lintas agama secara netral. Selain itu, Babinsa perlu memahami simbol dan tradisi keagamaan guna mencegah potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, pilar mengedepankan persamaan menitikberatkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih sayang. Babinsa didorong mengedepankan kegiatan bakti sosial dan menghindari narasi yang mempertentangkan kelompok masyarakat.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjut Prof. Zainal, Pancasila harus dijadikan sebagai titik temu seluruh elemen masyarakat. Perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan.

Prof. Zainal juga menekankan pentingnya meneladani sikap damai Nabi Muhammad SAW, mencintai tanah air, menghormati sesama, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Babinsa, kata dia, juga diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi radikalisme secara cermat dan proporsional, dengan tetap menghormati privasi serta hak-hak masyarakat.

Selain itu, diperlukan sistem pelaporan dan deteksi dini yang terukur dengan berbasis data pemetaan kewilayahan. Monitoring dan evaluasi juga perlu dilakukan terhadap indikator toleransi serta kondisi sosial-keagamaan masyarakat.

Penguatan kapasitas Babinsa dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan moderasi beragama secara berkala, penyusunan modul saku lima pilar kerukunan, kunjungan lintas iman, dialog bersama tokoh agama, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama FKUB Sulawesi Tengah dan Korem 132/Tadulako yang telah terjalin selama beberapa tahun. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan kerukunan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan turut menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tengah, Rachman Ansyari, sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kodam XXIII/Palaka Wira, Kolonel Inf. OO Syahroja, S.Ag., M.T.Han.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anwar Hafid Dorong 1.000 Pelaku UMKM Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global
Kejati Sulteng Setujui Penyelesaian Dua Perkara Pidana Melalui Keadilan Restoratif
Korsleting Alat Penyedot BBM Picu Kebakaran, Tiga Rumah di Poso Ludes dan Tiga Warga Luka Bakar
Karhutla Kembali Terjadi di Pegunungan Tinjoli, Lima Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
Polres Poso Salurkan Bantuan untuk MTs Al-Khairat Terdampak Kebakaran
Pemprov Sulteng Perkuat Pengakuan Masyarakat Hukum Adat melalui Pemetaan Wilayah
Latihan Hanya Dua Kali, Siswi SMPN 6 Palu Cinta Reseky Maharani Raih Juara 1 Miss Icon Pre-Teen Sulteng 2026
Aktivitas PETI Diduga Kembali Berlangsung di Sungai Tabong, NCW Soroti Konsistensi Penertiban
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 23:21 WIB

Ketua FKUB Sulteng: Babinsa Punya Peran Strategis Merawat Harmoni dan Keutuhan NKRI

Senin, 28 September 2026 - 20:17 WIB

Anwar Hafid Dorong 1.000 Pelaku UMKM Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global

Senin, 28 September 2026 - 20:01 WIB

Kejati Sulteng Setujui Penyelesaian Dua Perkara Pidana Melalui Keadilan Restoratif

Senin, 28 September 2026 - 17:31 WIB

Korsleting Alat Penyedot BBM Picu Kebakaran, Tiga Rumah di Poso Ludes dan Tiga Warga Luka Bakar

Senin, 28 September 2026 - 17:15 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Pegunungan Tinjoli, Lima Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

Berita Terbaru