
Tadulakonews.com – Kabupaten Labuhanbatu kembali dihebohkan dengan dugaan adanya jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Seorang pria yang disebut berinisial S Dasopang alias Coy, warga Desa Belongkut, diduga berperan sebagai bandar narkoba di wilayah tersebut.
Nama Coy disebut-sebut cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat. Ia diduga mengendalikan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu dengan jaringan yang cukup luas. Bahkan, terdapat informasi bahwa ia memiliki sekitar delapan titik lokasi yang digunakan untuk transaksi jual beli narkoba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski namanya sudah sering diperbincangkan, Coy disebut masih bebas menjalankan aktivitas ilegalnya. Ia dikenal licin dan sulit terdeteksi, sehingga aparat kepolisian setempat kerap kesulitan mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkotika yang dikendalikannya.
Kondisi ini membuat warga Desa Belongkut dan sekitarnya merasa resah. Peredaran narkotika yang diduga semakin marak dinilai dapat merusak generasi muda dan mengganggu keamanan lingkungan.
Kapolsek Marbau, AKP Jonly Marbun S.H., M.H., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh awak media, menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lapangan.
Dalam keterangannya, Kapolsek menyatakan bahwa informasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan serius. Ia juga memastikan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa titik lokasi diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut. Di antaranya berada di sekitar depan RAM Belungkut, warung lontong Belungkut, serta beberapa desa lain seperti Pare-pare Hilir, Pulo Bargot, Tubiran, hingga kawasan Marbau Selatan.
Selain itu, sejumlah individu dengan berbagai inisial juga disebut-sebut berperan dalam jaringan tersebut. Mereka diduga memiliki tugas masing-masing, mulai dari mengatur distribusi, menjadi pengedar, hingga mengawasi jalannya transaksi di lapangan.
Jaringan ini diduga menargetkan berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari peredaran narkotika tersebut.
Warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan tidak pilih kasih dalam mengungkap kasus ini. Mereka mempertanyakan mengapa beberapa pelaku lain dapat ditangkap, sementara sosok yang diduga sebagai bandar utama beserta jaringannya belum tersentuh hukum.

