
TADULAKONEWS.Com – Lonjakan arus mudik dan arus balik pada perayaan 2026 diprediksi akan terjadi di wilayah . Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran kepolisian menyiapkan sejumlah langkah pengamanan.
Polres Banggai akan mendirikan 15 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabag Ops , , mengatakan persiapan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Ia menjelaskan, pihaknya juga mengacu pada data statistik sebagai bahan evaluasi dalam menghadapi arus mudik tahun ini.
Berdasarkan data tersebut, jumlah pemudik yang berangkat melalui terminal angkutan darat tercatat sebanyak 3.342 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba melalui terminal darat mencapai 2.955 orang selama periode mudik tahun lalu.
Pergerakan masyarakat melalui jalur udara juga cukup tinggi. Penumpang yang berangkat melalui tercatat sebanyak 3.318 orang.
Sedangkan jumlah penumpang yang tiba melalui bandara tersebut mencapai 2.988 orang.
Untuk jalur laut, jumlah pemudik yang berangkat melalui pelabuhan mencapai 7.354 orang.
Adapun jumlah penumpang yang tiba melalui jalur laut tercatat sebanyak 8.529 orang.
Menurut Muriyanto, potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan masih akan berada pada angka yang relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah pemudik di lapangan.
Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan personel gabungan dalam pelaksanaan .
Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan.
Muriyanto menjelaskan bahwa prediksi arus mudik tahun ini terbagi dalam dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026.
Periode tersebut beririsan dengan momentum libur , yang juga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, arus balik Lebaran diperkirakan terjadi pada 25–26 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Ia menambahkan, pihaknya juga mewaspadai perubahan pola pergerakan masyarakat yang kini tidak lagi terpaku pada waktu H-7 atau H-5 menjelang Lebaran.
Menurutnya, sebagian masyarakat bahkan sudah melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan arus mudik.






