
Tadulakonews.com – BERAU – Persoalan sampah yang masih berserakan dan mengganggu estetika kota menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani dengan inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mendorong penerapan teknologi modern pengolahan sampah berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti yang telah diterapkan di Jepang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui teknologi tersebut, sampah yang dibuang sesuai dengan klasifikasinya dapat diolah menjadi nilai ekonomi. Masyarakat nantinya tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa insentif.
Sistem ini memungkinkan warga cukup memindai barcode yang tersedia pada mesin pengolahan sampah. Setelah sampah teridentifikasi, insentif akan otomatis ditransfer ke rekening pribadi.
Menurut Sri Juniarsih, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat berlomba-lomba mengumpulkan sampah sekaligus membuka peluang sumber penghasilan baru.
Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemerintah Kabupaten Berau tidak dapat bergerak sendiri. Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi nyata dari pihak swasta.
“Saya hanya bisa bermimpi, mimpi itu akan menjadi sebuah kenyataan yang besar ketika kita saling berkolaborasi,” ujar Sri Juniarsih saat membuka FGD Berau Circular Future 2045 di Hotel Mercure, Senin (29/6/2026).
Sri Juniarsih meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau bersama jajaran perusahaan untuk mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung program tersebut.
Ia menyebut harga mesin pengolahan sampah modern tersebut berkisar Rp400 juta per unit. Pemkab Berau menargetkan pengadaan sekitar 10 unit yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Pengadaan mesin ini dinilai penting, terutama untuk menjaga kebersihan kawasan wisata seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau.
“Salah satunya adalah bagaimana kita menjadikan sampah ini bukan lagi menjadi masalah, tetapi sampah ini menjadi rezeki dan rahmat buat kita,” kata Sri Juniarsih.
Secara teknis, mesin tersebut mampu melakukan pemilahan sampah secara otomatis tanpa membutuhkan banyak tenaga manusia. Sampah plastik, kaleng, hingga jenis lainnya dapat diklasifikasikan sesuai kategori.
“Sampah tersebut di mesin itu secara otomatis sudah bisa mengklasifikasikan sampah plastik, sampah kaleng, sampah plastik yang tebal dan yang lain-lain. Kita sudah punya barcode yang ditempelkan ke mesin tersebut otomatis membayarkannya langsung ke rekening kita,” jelasnya.
Sri Juniarsih menilai nilai investasi tersebut bukanlah angka besar bagi perusahaan yang selama ini mendapatkan keuntungan dari aktivitas usaha di Kabupaten Berau.
“Yang saya inginkan bisa tidak perusahaan wajib untuk berkontribusi?” tegasnya.
Ia meminta DLHK Berau mengambil langkah lebih aktif untuk mengajak perusahaan besar berkontribusi melalui program tersebut.
“Makanya saya meminta perusahaan-perusahaan nanti, next time, Pak Kadis DLHK mungkin bisa kerja sama todong mereka paksa untuk bisa beli alat tersebut,” tuturnya.
Sri Juniarsih berharap gagasan tersebut segera diwujudkan menjadi program nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, berkelanjutan, serta mendukung kemandirian energi alternatif di Kabupaten Berau. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan tambang dan perkebunan sawit, untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan program tersebut.

