
Tadulakonews.com – Kapolres Poso, menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Boe, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanaman jagung tersebut dilaksanakan di lahan perkebunan milik masyarakat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparatur desa, tokoh masyarakat hingga para petani setempat.
Para petani di Desa Boe turut ambil bagian secara langsung dalam proses penanaman benih jagung di lahan yang telah disiapkan.
Sebelum kegiatan dimulai, Kapolres Poso bersama rombongan disambut dengan prosesi adat Pekasiwia.
Prosesi tersebut merupakan tradisi khas masyarakat Desa Boe sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan yang datang berkunjung.
Dalam prosesi penyambutan itu dilakukan pemasangan Siga serta pengalungan bunga oleh tokoh masyarakat setempat kepada Kapolres Poso.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan antara aparat pemerintah, masyarakat dan para petani.
Setelah prosesi adat selesai, Kapolres Poso bersama para peserta kegiatan langsung menuju lokasi lahan pertanian.
Di lokasi tersebut dilakukan penanaman benih jagung secara simbolis sebagai tanda dimulainya kegiatan penanaman.
Kapolres Poso menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan pemerintah.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berperan dalam mendukung program ketahanan pangan.
Ia berharap kegiatan penanaman jagung serentak ini dapat meningkatkan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Poso.
Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan tersebut.






