
Tadulakonews.com – Aceh Singkil – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, berbagai ajakan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan terus digaungkan di tengah masyarakat. Momentum ini dinilai sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan perjalanan daerah sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Wartawan Media Timurnews-id, Sahirudin, turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan hari bersejarah ini dengan penuh rasa memiliki. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai milik bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Aceh Singkil bukanlah milik kelompok atau golongan tertentu. Daerah ini adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Ia mengimbau agar perayaan HUT tidak hanya bersifat seremonial. Lebih dari itu, momen ini harus dimaknai sebagai langkah untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial.
Sahirudin juga menegaskan bahwa kebersamaan merupakan kunci utama dalam membangun daerah. Tanpa persatuan, kemajuan akan sulit dicapai secara maksimal.
“Mari kita rayakan HUT Aceh Singkil ke-27 ini dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih,” ujarnya dalam penyampaiannya.
Ia menambahkan bahwa sikap saling menghargai harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan yang ada seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dan arif dalam menghadapi dinamika sosial. Setiap persoalan harus disikapi dengan kepala dingin dan penuh pertimbangan.
Pembangunan Aceh Singkil, menurutnya, bukanlah hasil kerja satu pihak saja. Banyak tokoh dan elemen masyarakat yang telah berkontribusi dengan tulus.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pejuang daerah. Menghargai kontribusi mereka adalah bagian dari membangun karakter masyarakat yang beradab.
“Kita harus menghargai setiap perjuangan yang lahir dari hati nurani,” tambahnya menegaskan.
Lebih lanjut, Sahirudin juga mengutip nasihat orang tua terdahulu yang sarat akan makna kehidupan. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan untuk diterapkan hingga saat ini.
Ia mengajak masyarakat untuk meneladani filosofi padi yang semakin berisi semakin merunduk. Filosofi ini menggambarkan pentingnya kerendahan hati dalam kehidupan.
Menurutnya, sikap rendah hati mencerminkan kebijaksanaan seseorang. Hal ini menjadi penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.
Sebaliknya, sikap merasa paling benar atau paling memiliki hanya akan menimbulkan konflik. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu menahan ego dan mengedepankan kebersamaan.
Momentum HUT ke-27 ini diharapkan menjadi refleksi bersama untuk membangun Aceh Singkil yang lebih maju, damai, dan bermartabat, dengan menjunjung tinggi nilai persatuan di atas segala perbedaan.

